Baru Lahir, Himpunan UMKM P2HP Bali Siap Naik Kelas

Ket foto : Ketua Himpunan UMKM P2HP Bali, I Ketut Adil Darmayasa (kiri) bersama Ketua Dewan Pembina HUMKM P2HP Bali, I Nyoman Parta (tengah).
Ket foto : Ketua Himpunan UMKM P2HP Bali, I Ketut Adil Darmayasa (kiri) bersama Ketua Dewan Pembina HUMKM P2HP Bali, I Nyoman Parta (tengah).
651 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan berupaya mendorong agar industri perikanan di Bali bisa naik kelas. Apalagi selama ini, potensi usaha di sektor perikanan sangat tinggi, sehingga diharapkan bisa bersaing secara global. “Kami ingin UMKM naik kelas dan himpunan tingkatkan produksi antar anggota, tingkatkan kualitas produksi sehingga punya daya saing global. Bahkan kami bermimpi bisa menggarap pasar ekspor,” ujar Ketua Himpunan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan (UMKM P2HP Bali), I Ketut Adil Darmayasa, usai konsolidasi internal organisasi dengan menggelar Rapat Kerja Pengurus Himpunan UMKM P2HP Bali di Kantor ATLI (Asosiasi Tuna Longline Indonesia), Senin (23/12/2019).

Dikatakan usai Himpunan UMKM P2HP Bali terbentuk, langsung menggelar rapat kerja, yang selain dihadiri pengurus dan pengurus serta stakeholder terkait seperti Bank BRI, juga mengundang khusus Ketua Dewan Pembina Himpunan UMKM P2HP Bali, I Nyoman Parta yang juga Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Adil Darmayasa mengatakan meskipun organisasi ini baru lahir, namum hingga saat ini sudah memiliki 80 anggota dari para pengusaha dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. “Organisasi ini dibentuk 6 Desember 2019 dan pengurus lengkap terbentuk pada 15 Desember 2019. Karenanya kami meminta pembinaan dan arahan dari Pak Ketua Dewan Pembina Himpunan UMKM P2HP Bali,” tandas Adil Darmayasa.

Di sisi lain, selaku Ketua Dewan Pembina HUMKM P2HP Bali, Nyoman Parta sangat mengapresiasi keberadaan pelaku UMKM pengolahan, pemasaran hasil perikanan yang mau menghimpun diri dalam organisasi HUMKM P2HP Bali. Politisi asal Desa Guwang, Sukawati, Gianyar itu, menambahkan dirinya bersedia diajak bergabung mendampingi Himpunan UMKM P2HP Bali yang bergerak pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Sebab dirinya ingin memajukan dan membawa UMKM Bali bisa naik kelas. “Pelaku UMKM ini mau menghimpun diri sudah bagus, jadi tidak berjuang sendiri dan bisa dibantu banyak pihak. Di APBN ada bantuan, di perusahaan ada CSR, ini yang harusnya bisa diakses. Banyak juga bantuan cold storage yang bisa diakses,” kata Parta.

Anggota DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UMKM dan BUMN itu, berharap melalui keberadaan Himpunan UMKM P2HP Bali ini, ke depan makin banyak berkembang komunitas pelaku UMKM yang mengolah hasil laut. Parta menambahkan banyak produk UMKM dari produk hasil laut, namun belum dikelola dan dipasarkan secara optimal. “Saya dengar UMKM di Bali jangankan naik kelas, masuk nominasi pun tidak. Jadi saya bersedia bersama-sama berjuang membawa UMKM Bali naik kelas. Seluruh Bali dikelilingi laut tapi produk olahan  hasil  laut tidak optimal.  Apakah kendalanya, apakah di teknologi, pemasaran, permodalan atau lainnya, itu harus kita cari tahu,” ungkapnya.

Parta juga berharap pemerintah lebih mampu mengemas pelatihan UMKM yang lebih tepat sasaran. Bahkan, pelatihan UMKM dikemas bersifat khusus tidak boleh digabung antara orang awam dengan UMKM yang sudah berjalan. “Selama ini pelatihan itu-itu saja. Satu pelaku UMKM bisa ikut pelatihan yang sama empat sampai lima kali. Ini tidak boleh terjadi lagi tahun depan. Misalnya pelatihan untuk pelaku UMKM olahan laut digabung dengan tenun, arak Bali, uang kepeng. Ini kan tidak pernah nyambung,” tandas. Di sisi lain, Manajer Pemasaran BRI Cabang Kuta, I Made Jingga mengatakan ada kredit kemitraan dengan suku bunga 3 persen per tahun bagi embrio pengusaha. Setelah jadi pengusaha kecil harus beralih mengakses KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengam bunga 6 persen per tahun.

“Lalu saat mereka sudah menjadi usaha kecil, akan diarahkan mengakses kredit komersial. Itulah cara BRI secara berjenjang membina UMKM. Sebagai bank yang fokus di UMKM, BRI tidak bisa maju tanpa kebersamaan dengan UMKM,” ungkapnya seraya mengakui BRI Cabang Kuta pun siap membantu pelaku usaha yang tergabung di HUMKM P2HP Bali ini. “Baik dari sisi transaksi, permodalan dan lainnya kami siap membantu pelaku usaha ini,” tegasnya. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.