Banjar Adat Tuban Griya Berikan 6,2 Ton Beras Kepada Krama Banjar Adatnya

klian banjar adat Tuban Griya, Wayan Sukalila saat menyerahkan bantuan beras kepada kerama adat banjar Tuban Griya
1,463 Melihat
Ringankan Beban Perekonomian Krama Banjar Adat Ditengah Pengaruh Pandemi Covid-19

MANGUPURA, POSBALI.co.id – Dampak Pandemi Covid-19, membuat kelian Banjar Adat Tuban Griya juga mulai membagikan sembako kepada krama adatnya. Rabu (1/4) kemarin, sebanyak 271 KK krama adat banjar Tuban Griya dibagikan 6,5 ton beras. Menariknya pembagian bantuan beras tersebut dilakukan layaknya drive thru dengan pengaturan sosial distancing. Dimana warga datang dengan sepeda motor langsung bisa mengambil betas, tanpa harus turun dari kendaraannya dan tanpa mengantri.

Klian banjar adat Tuban Griya, Wayan Sukalila menerangkan, pembagian sembako berupa beras tersebut merupakan bentuk kepedulian banjar Tuban Griya kepada kerama banjar adat. Pasalnya pandemi Covid-19 (corona virus) membawa dampak langsung terhadap sektor perekonomian masyarakat. Dimana 80 persen masyarakat Tuban Griya menggantungkan kehidupannya dari sektor informal atas akfitas bandara Ngurah Rai, baik itu sebagai supir, pedagang, nelayan dan sebagainya. “Masyarakat kami ada yang di rumahkan karena sepi tamu, ada juga yang membatasi aktifitasnya terkait sosial distancing. Kalau mereka selalu berdiam diri di rumah, tentu perekonomian mereka juga mandek. Ditengah kesusahan inilah kita berusaha meringankan beban warga kami,”terangnya. 0

Dipaparkannya, pemberian tali kasih tersebut dituangkan dalam bentuk pemberian beras, yang diambilkan dari kas banjar sebesar Rp 70an juta. Program tersebut sebelumnya telah melalui hasil parum prajuru banjar dan koordinasi dengan panglingsir banjar, yang dilakukan pada tanggal 29 Maret lalu. Dimana pemberian beras dilatarbelakangi karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang sangat diperlukan sehari-hari. “Masing-masing KK krama adat Tuban Griya itu diberikan 1 sak (25 kg) beras. Semoga dengan program ini bisa sedikit membantu meringankan beban warga,”jelasnya.

Program tersebut diakuinya merupakan bantuan tahap pertama, kedepan bantuan semacam itu kemungkinan akan terus dilakukan, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi. Jika dampak virus corona tersebut terus berkepanjangan, pada awal bulan Mei nanti pihaknya akan kembali meluncurkan bantuan serupa tahap dua. Pihaknya berharap situasi yang pelik tersebut bisa segera berlalu, sehingga perekonomian masyarakat bisa kembali pulih. “Bisa dibilang program tahap pertama ini untuk mengakomodir kebutuhan krama selama sebulan. Nanti dalam perjalanannya kita akan lakukan evaluasi, jika diperlukan kita akan kembali salurkan program tahap dua,”pungkasnya.

Selain memberikan tali kasih, Desa Adat Tuban juga diketahui telah secara periodik melakukan upaya mencegah penyebaran Covid-19. Selain dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Warga juga di edukasi untuk senantiasa taat melakukan sosial distancing dan membuat handzinitizer secara mandiri. Sampai saat ini di Desa Adat Tuban diketahui belum sampai ada orang yang positif terjangkit Corona. “Untuk langkah pencegahan itu sudah dari desa, dengan secara swadaya. Penyemprotan disinfektan sudah dilakukan sejak seminggu lalu, baik menyasar perumahan, gang, fasilitas umum, pura, sekolah, banjar dan sebagainya,”imbuh Wayan Mustika selaku salah seorang panglingsir Desa Adat Tuban.

Sementara Lurah Tuban, Ketut Murdika menambahkan, pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat, tentang perilaku hidup bersih (PHB) dalam mencegah penyebaran virus corona. Bahkan mulai Senin (30/3) lalu pihaknya memanfaatkan speaker yang ada di banjar dan masjid di kelurahan Tuban, untuk memaksimalkan penginformasian dan mengedukasi masyarakat secara langsung terkait upaya mencegah penyebaran virus corona. “Kalau pakai mobil informasi berkeliling, saya rasa itu kurang efektif. Sebab mobil itu berjalan, tentu akan didengar terputus-putus,”ujarnya. 023

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.