Bangun Bandara Buleleng, Krama dan Prajuru Adat Apresiasi Janji Staf Khusus Jokowi

777 Melihat

KUBUTAMBAHAN, posbali.co.id – Impian dan keinginan masyarakat adat atau krama di Bali Utara untuk segera dibangun bandara internasional baru di daerah mereka, akhirnya segera akan terwujud. Upaya dan kerja keras mereka selama ini mendapat dukungan penuh Presiden Joko Widodo, setelah Staf Khusus Presiden (SKP) Lenis Kogoya MHum beserta rombongan meninjau lokasi pembangunan bandara di Bukit Teletubies, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Kamis (21/02/2019). Pada saat itu, masyarakat adat dan Prajuru Desa Pakraman Kubutambahan mengundang SKP Lenis Kogoya untuk dapat bersama-sama memastikan dan meninjau lokasi bandara.

Tujuannya agar tidak ada lagi keragu-raguan pemerintah dan pihak lainnya atas lokasi tanah yang sudah mereka serahkan itu, demi terwujudnya pembangunan bandara. Ketika itu, krama adat meminta Presiden Joko Widodo dapat memberikan izin Penetapan Lokasi (Penlok) untuk pembangunan bandara tersebut. Selanjutnya, SKP Lenis Kogoya MHum meninjau langsung lokasi Bandara didampingi YB. Panus Jingga MT beserta Investor PT Pembangunan Bali Mandiri dan sejumlah tokoh nasional dari Ormas Indonesia Bersatu seperti Sudiarto Tampubolon, Abednego Panjaitan, Darmawan Yusuf dan Ketua DPW Indonesia Bersatu Provinsi Bali Eka Budiyasa.

Di kesempatan itu, Lenis Kogoya dihadapan masyarakat adat dan aparatur dari Pemerintah Kabupaten Buleleng berjanji untuk memperjuangkan keinginan masyarakat di Bali utara itu. Janji Staf Khusus Presiden ini ternyata bukan isapan jempol belaka. Buktinya, Presiden Jokowi, dalam kunjungan kerjanya di Bali telah menyatakan salah satu proyek strategis yang akan dibangun di Provinsi Bali adalah pembangunan bandara baru Bali utara di Buleleng, karena kajiannya segera akan diputuskan pemerintah. “Mungkin airport yang Bali bagian utara segera diputuskan studinya,” ujar Jokowi di sela-sela kunjungan ke Waduk Muara Nusa Dua, Jumat (14/6/2019) siang. Sementara itu, Penghulu Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea mengakui banyak pihak mencoba mengambil keuntungan dari pembangunan bandara Bali utara ini.

Padahal, menurutnya, sejak tahun 2009 masyarakat adat dan Prajuru Desa Pakraman Kubutambahan dan PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari) selaku investor terus berjuang keras dalam merintis dan mengajukan usulan pembangunan bandara ini. Penghulu Jro Pasek meminta agar semua pihak menghormati upaya dan kerja keras mereka bersama PT. Pembari dalam memperjuangkan bandara ini sehingga tidak ada seorang pun yang mencoba mengambil kesempatan atas keputusan pemerintah ini. “Terima kasih pak Lenis Kogoya karena telah ikut berjuang mewujudkan impian kami ini. Janji bapak kepada kami telah terbukti dan Bapak Presiden Joko Widodo telah menyatakan proyek ini sebagai salah satu program strategis pemerintah,” tandasnya.

Tokoh Nasional dari Ormas Indonesia Bersatu Sudiarto, SH.MH yang ikut berjuang mewujudkan pembangunan bandara ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena peduli dengan aspirasi dan impian rakyatnya. “Bapak Lenis Kogoya telah berjasa penuh kepada masyarakat Adat Buleleng. Karena kerja keras Bapak Lenis Kogoya lah memperjuangkan aspirasi masyarakat adat, sehingga Presiden Joko Widodo mewujudkan pembangunan bandara Bali utara tersebut. Proyek ini sangat urgent dan harus segera di mulai,” tuturnya. Secara terpisah, Ketua DPW Ormas Indonesia Bersatu Provinsi Bali Eka Budiyasa yang ikut mendampingi kunjungan SKP Lenis Kogoya M.Hum menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah melalui upaya dan kerja keras Lenis Kogoya.

Dikatakan, kehadiran bandara di Buleleng sebagai salah satu sarana utama pemerataan perekonomian masyarakat antara Bali selatan dengan Bali utara dan efek turunannya terhadap daerah lainnya sangat positif seperti Bangli dan Karangasem. “Kami memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perhatian dan keseriusan pemerintah mengakomodir permohonan masyarakat Adat Bali dan Buleleng khususnya kepada Bapak Lenis Kogoya yang telah menyampaikan aspirasi masyarakat adat ini kepada Presiden Joko Widodo guna mewujudkan bandar udara Bali utara,” tandas Eka Budiyasa, Sabtu (15/6/2019) di Denpasar. 016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.