Bangsa Indonesia ‘Dipusakai’ Pancasila, Gus Nuril Ingatkan PGN Bali Jaga NKRI

Gus Nuril saat memberikan petuah kepada PGN Bali untuk menjaga kesatuan NKRI.
316 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2021, Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN), Kyai Haji Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) hadir di Bali. Tokoh nasional ini, memberikan petuah dan semangat kepada anggota PGN Bali dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara yang sangat sederhana, namun penuh makna di Warung Bebek D’Uma, Jalan Tukad Balian, Renon, Denpasar, Senin (31/5) malam, tampak menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Bahkan saking sederhana acara itu, Gus Nuril duduk di bawah beralaskan sajadah ketika memberikan semangat kepada anggota PGN Bali.

Dalam kesempatan itu, Gus Nuril meminta kepada GPN Bali untuk meneladani semangat Pahlawan Nasional asal Bali, I Gusti Ngurah Rai, dan tokoh Bali Kebo Iwa. Kedua tokoh ini, kata Gus Nuril, rela berkorban nyawa demi tanah air tercintanya.

Ditemui seusai memberikan petuah, Gus Nuril menuturkan, keamanan bangsa dan negara dari radikalisme selama ini hanya menyandarkan diri kepada pihak kepolisian, khususnya Densus 88. Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta lebih hanya bersandar kepada Densus 88.

“Seharusnya seluruh rakyat Indonesia membantu pihak kepolisian, bangkit dan bukan mendirikan ormas-ormas yang saling berantem di jalan-jalan. Namun ketika mendapatkan lawan seimbang dengan membawa ideologi baru, tidak berani bergerak,” katanya.

Gus Nuril juga mencontohkan, beberapa negara yang pecah dan terjadi peperangan akibat salah memaknai perbedaan. Namun di Indonesia dengan ragam suku, adat, budaya dan agama telah ‘dipusakai’ oleh para leluhur Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, kemudian disarikan menjadi Pancasila. “Hormati dan camkan warisan ini,” ujarnya.

Gus Nuril juga menyinggung terkait potensi perpecahan. Seperti ungkapan cebong dan kadrun. Menurut dia, hal ini tidak boleh dianggap enteng, karena pilpres telah berakhir. Jokowi telah jadi presiden dan Prabowo jadi Menteri. Akan tetapi masih terjadi pembelahan bangsa.

“Ini berarti ada asing yang menghendaki bangsa ini pecah berhamburan. Dan ini sudah saya endus sejak jaman penurunan almarhum Gus Dur,” tuturnya.

Sementara terkait Hari Lahir Pancasila, Gus Nuril menegaskan bahwa lambang Negara Indonesia telah terbukti kesaktiannya. Untuk itu, dia meminta agar jangan mencoba-coba mengaku paling Pancasila, tetapi kelakuannya menuduh saudara sendiri kadrun, kampret, kecebong, kodok.

“Itu berarti penghianat Pancasila. Karena sila yang ketiga adalah Persatuan Indonesia. Jadi siapapun yang hidup di Bumi Nusantara ini adalah saudara, apapun agamanya, suku, adat dan kepercayaannya,” tandas Gus Nuril. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.