Bandara Ngurah Rai Terima Permintaan Penjemputan WNA Dari Negara Polandia dan Lhituania

442 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Pasca diberlakukannya kebijakan pembatasan kunjungan dari 8 negara, serta pengenghentian sementara bebas visa kunjungan dan visa kunjungan ke Indonesia. Pihak kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Jumat (20/3) telah menerima 2 rencana penjemputan dari negara Polandia dan Lhituania, bagi warga negaranya yang masih berada di Bali.

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Elfi Amir dikonfirmasi, Minggu (22/3) menerangkan rencana penjemputan tersebut didapatkan dari informasi yang disampaikan Kemenlu, atas permintaan Duta Besar Republik polandia di Jakarta dan Duta Besar Republik Lithuania di Jepang. Untuk penjemputan dari negara Polandia, itu akan memakai 2 pesawat jenis B788 atau B789, dengan pesawat Lot Polish Airline yang diperkirakan mengangkut 294 orang. Untuk pesawat Polandia yang datang pertama itu tanggal 23 Maret pada pukul 12.40 wita dan rencananya berangkat tanggal 24 maret pada pukul 06.40 wita. Sedangkan pesawat Polandia yang kedua datang itu tanggal 26 maret pada pukul 12.15 wita dan berangkat pada tanggal 26 pada pukul 14.00 wita. Karena perjalanan mereka relatif jauh, maka mereka rencananya akan menginap selama 1 hari di Bali. “Mereka (crue pesawat) rencananya menginap di hotel yg mereka inginkan. Mereka akan dicek oleh petugas KKP dan mereka bukan dari negara atau kota terjangkit,”ujarnya.

Sementara untuk penjemputan dari negara Lhituania, hal itu akan dilakukan menggunakan charter flight dengan avion express yang diperkiraan mengangkut 171 orang. Dimana pada tanggal 23 maret pukul 12.40 wita pesawat tersebut akan datang ke bandara Ngurah Rai dan kemudian kembali berangkat tanggal 24 maret pada pukul 19.00 wita. Selain ke Bali, permintaan evakuasi WNA juga diterima di bandara Cengkareng. adapun dua negara yang meminta evakuasi tersebut adalah dari Negara Cambodia dengan charter flight JC Cambodia internasional Airline dan negara China dengan charter fight batik air.

Sampai Minggu (21/3), pihaknya mengaku telah menerima indikasi evakuasi dari beberapa negara, diantaranya Jerman, Uzbekistan, dan Prancis. Untuk negara Jerman saat ini belun ada info lebih lanjut, sedangkan Uzbekistan rencananya akan menggunakan Charter flight Uzbekistan Airways dan Perancis dilakukan evakuasi mandiri dengan masing- membeli tiket pesawat komersial. Namun untuk perancis diketahui ada indikasi baru akan menggunakan pesawat AU atau kapal FNS Perancis. “Belum ada kabar lebih lanjut. Yang pasti kalau tidak ke Denpasar permintaan itu ke Jakarta. sampai saat ini kami belum dapat info lebih jelas,”imbuhnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.