Baliho Balonkada Sudah Bertebaran di Tabanan

Baliho bakal calon bupati dan wakil bupati di Tabanan sudah mulai bertebaran di sejumlah sudut Kota Tabanan.
471 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Baru mendapatkan rekomendasi dan masih berstatus pasangan bakal calon kepala daerah (balonkada), dua pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada Tabanan 2020 sudah mulai ‘ngegas’ dengan memasang sejumlah baliho. Ada yang berukuran besar, sedang, maupun kecil.

Dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati di Tabanan, masing-masing AA Ngurah Panji Astika dengan Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi) yang diusung partai koalisi (Golkar, Nasdem, dan Demokrat), dan I Komang
Gede Sanjaya dengan I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira) yang diusung PDI Perjuangan.

Panji-Budi lebih dulu mengantongi rekomendasi dari DPP Partai Golkar pada 25 Agustus 2020. Kendati demikian, sebelum itu baliho bergambar pasangan ini sudah bertebaran di mana-mana. Begitu juga dengan pasangan Jaya-Wira, yang resmi mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP pada 28 Agustus 2020. Tak berselang lama setelah rekomendasi keluar, baliho pasangan ini juga bertebaran di sejumlah sudut Kota Tabanan. Bahkan, boleh dibilang jumlahnya lebih banyak daripada bakal rivalnya, Panji-Budi.

Terkait ‘perang’ baliho pasangan balonkada tersebut, anggota Bawaslu Tabanan I Ketut Narta, Minggu (30/8), mengatakan, masih boleh dan sah-sah saja sepanjang belum ada penetapan calon. “Sepanjang baliho tersebut tidak ada ajakan memilih, itu tak masalah. Para bakal calon saat ini rupanya sedang menyosialisasikan diri akan maju sebagai calon bupati dan wakil bupati,” ungkapnya.

Narta mengatakan, balonkada memasang baliho di tempat umum, itu ranahnya pemerintah daerah, dalam hal ini Satpol PP. Apakah itu bisa dianggap mengganggu fasilitas umum, secara etika, dan estetika. “Namun, kalau nanti sudah penetapan calon, barulah pemasangan baliho diatur oleh KPU Tabanan, baik masalah ukuran, zonasi, dan lain-lain,” ujarnya.

Dari hasil pantauannya, baliho pasangan balonkada yang dipasang sekarang belum ada nomor urut maupun visi dan misi. “Kecuali jika ada baliho yang sudah mengajak memilih sebelum ada penetapan sebagai calon, maka Bawaslu akan kaji selanjutnya apakah diduga ada pelanggaran dan lain sebagainya. Semua itu sudah ada aturannya,” tandasnya. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.