‘Bali Trepti’, Tim Gabungan Sasar Duktang di Badung, Klungkung dan Gianyar

Foto: Operasi Bali Trepti di Kabupaten Gianyar.
99 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban penduduk, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi dan sembilan kabupaten/kota bersinergi dengan aparat desa menggelar Operasi Gabungan Bali Trepti.

Operasi yang menyasar kantong-kantong penduduk pendatang itu berlangsung di tiga kabupaten yang ada di Bali, yaitu Badung, Gianyar, dan Klungkung. Hasil operasi serentak itu, tim gabungan menjaring penduduk pendatang (duktang) asal luar Bali tanpa Kartu Indentitas Penduduk (KTP), dan juga puluhan duktang yang belum melaporkan diri kepihak desa.

Operasi gabungan itu diawali di wilayah Desa Dalung, Badung yang dimulai pada pukul 06.45 – 08.15 WITA, Selasa (6/4) pagi.

Tim yang terdiri dari Satpol PP Bali 20 personel, Satpol PP Badung 22 personel, pecalang 18 personel, lurah, sekdes, serta kelian dinas itu melakukan sidak duktang di Banjar Tegal Luih, Celuk dan Banjar Tirta Tirta. Hasilnya, ditemukan satu penduduk tak memiliki KTP, dan diketahui sejak pandemi duktang tidak pernah melapor ke desa.

Seusai di Badung, operasi gabungan kembali digelar di Banjar Sengkala, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar. Operasi yang berlangsung pada malam hari pukul 21.00 – 22.30 WITA itu melibatkan Satpol PP Bali 24 personel, Satpol PP Gianyar 11 personel, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Kades Desa Bedulu pecalang dan staf sebanyak 20 personel. Temuan dari operasi ini, duktang tidak memiliki KTP, ber-KTP lama, hingga 24 duktang belum melaporkan diri ke pihak desa.

Operasi yang sama juga dilaksanakan Satpol PP Kabupaten Klungkung pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WITA. Hasilnya, 17 duktang ditemukan belum lapor diri ke pihak desa setempat. Mereka kemudian dipanggil untuk diberikan pembinaan.

Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengungkapkan, operasi ini menidaklanjuti surat bersifat penting dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor: 331.1/182/Bid. II/Satpol PP tentang Antisipasi Kerawanan Keamanan dan Ketentraman yang ditujukan kepada bupati/wali kota se-Bali.

Lanjut dia, ada beberpa poin penting yang tertuang dalam surat itu. Yaitu untuk menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Baik itu untuk menajamkan deteksi dini terhadap situasi keamanan, sekaligus kemampuan cegah dini dan deteksi dini kemungkinan yang dapat berperngaruh terhadap situasi keamanan nasional.

Meningkatkan dan mengintensifkan patroli di wilayah masing-masing dengan melibatkan Satpol PP, Linmas, pecalang, dan Pam Swakarsa. Serta mengaktifkan kembali keamanan lingkungan dan memberdayakan Pam Swakarsa pada lingkungan masing-masing.

“Operasi semuanya berjalan lancar, dan sinergi kami dengan kabupaten/kota juga berlangsung baik. Selanjutnya saya harapkan kegiatan-kegiatan ini secara konsisten dapat dilaksanakan. Karena dalam kententuannya, 1X24 jam bagi para pendatang harus wajib lapor. Ini merupakan tanggungjawab bersama, tidak hanya aparat desa, kami dari Satpol PP bersinergi dengan TNI Polri dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan sebagai upaya untuk menjaga kondusifitas,” jelasnya, Rabu (7/4).

Dia menambahkan, Bali Trepti ini juga sebagai upaya persiapan pembukaan destinasi wisata ditiga zona hijau Ubud, Sanur dan Nusa Dua bagi pariwisata internasional pada Juli 2021 mendatang.

“Jadi kami tidak hanya fokus terhadap pendisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini. Keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat juga merupakan tugas prioritas yang harus dijalankan. Jangan sampai kita lenggah, sehingga muncul potensi yang menganggu keamanan nasional,” tegasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.