Bali Temukan Treatment Sembuhkan Korona – Ramuan Usadha Bali Berbahan Dasar Arak, Jeruk Purut dan Minyak Kayu Putih

GUBERNUR Bali Wayan Koster
1,130 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa peneliti telah menemukan ramuan usadha Bali yang mampu menyembuhkan korona. “Kita punya usadha baru yang diperuntukkan bagi orang-orang positif Covid-19, tapi tidak untuk pasien karena dia bukan orang sakit Kalau pasien kan orang sakit. Ini dia bukan orang sakit tapi positif,” tuturnya di Denpasar, Rabu (22/7).

Menurutnya, orang-orang yang terjangkit Covid-19 ini yang lakukan treatment dengan usadha Bali. “Bahannya dari arak Bali yang ditemukan oleh seorang peneliti yang saya tugaskan membuat ramuan dengan bahan pokok arak Bali ini,” ujarnya.

Lanjut dia, ramuan ini kemudian diuji coba secara bertahap. “Ramuannya selain arak, juga dengan ektraksi daun jeruk purut (lemo), kemudian sedikit kasih minyak kayu putih supaya aromanya bagus,” katanya.

Kata dia, hasil treament inipun membawa hasil yang mengembirakan. Ternyata sekarang sembuhnya sudah meningkat jauh yang di karantina. “Treatmen ini pakai di Bapelkesmas, Wisma Pering, WISMA BIMA, dan hasilnya banyak yang sembuh. Itu (ramuan usadha) ternyata efektif sekali menyembuhkan,” ujarnya.

Koster juga menuturkan, bagi yang baru kena positif, dua hari dilakukan treatment ini, maka pada hari ketiga di swab negatif dan sembuh. “Kita pulangkan (yang sembuh). Sekarang ini sudah totalnya sudah 400 an. Jadi sudah banyak sekali yang sembuh,” imbuhnya.

Koster mengungkapkan, saat ini seluruh orang yang dikarantina ini dilakukan treatment itu. “Jadi astungkara ini Pergub Bali nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentaasi atau destilasi khas Bali ini membawa rejeki. Rejeki pertama adalah industri araknya berkembang menjadi minuman. Dan kedua ternyata ini astungkara ini bemanfaat untuk kesehatan (usadha),” tandasnya.

Ditambahkannya, treatment ini sebelumnya telah dilakukan pengujian 19 sampel yang hasilnya berhasil sembuh sembuh 15 orang. Kemudian, lanjut dia, dinaikkan jumlah sampelnya 40, 100 hingga 200 sampel. Di mana hasilnya hampir 80 persen sembuh dengan treatment ini.

“Luar biasa. Makanya sekarang saya tenang karena sembuhnya banyak. Ini orang sehat dikasih treatment hanya dengan hirup hirup gitu. Ada alatnya. Jadi itu dari hasil destilasi dipakai,” bebernya.

“Kalau mau coba boleh ya. Bagus ini. Ya saya tiap hari itu. Tiap mau tidur hirup hirup itu. Uapnya keluar. Dihirup hirup (seperti nebu). Enak dia bagus. Bagus sekali. Coba dulu covid baru coba itu,” ujarnya sembari melepas tawa.

Menurut dia, treatment inipun sudah matang. “ini masih kami gunakan untuk lokal Bali dulu. Ini sudah matang. Kemarin saya sudah bercerita dengan bapak Menkumham produk ini akan kita patenkan. Segera dipatenkan karena ada ramuannya,” pungkasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.