Bali Perlu Fokus dan Serius Garap Agro Ekonomi

WAGUB Bali Cok Ace saat tampil sebagai panelis pada Diskusi Nasional bertajuk, “Maping Strategi Menyongsong Pembukaan Pariwisata Bali Dimasa Pandemi Covid-19” di hotel Quest jalan Mahendradatta Denpasar, Jumat (4/6/2021).
62 Melihat

DENPASAR, POS BALI – Kedepan Bali mesti mulai fokus dan serius menggarap sektor agro-ekonomi karena potensinya juga luar biasa. Sebab ketika reborn pariwisata jangan diharap seperti sebelumnya, karena saat ini kita berhadapan dengan virus Corona.

Pemikiran ini dilontarkan Anggota Komisi XI DPR-RI Preneur Kamurussamad,dalam Diskusi Nasional bertajuk, “Maping Strategi Menyongsong Pembukaan Pariwisata Bali Dimasa Pandemi Covid-19” di hotel Quest jalan Mahendradatta Denpasar, Jumat (4/6/2021).

Diskusi Nasional ini digelar Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Bali sebagai respons atas kontraksi perekonomian Bali yang parah dan sangat dalam akibat pandemi Covid-19. Diharapkan melalui diskusi nasional ini semua pemangku kebijakan mampu merumuskan formulasi tepat untuk langkah pemulihan.

Diskusi Nasional ini menampilkan sejumlah panelis yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno selaku keynote speaker, Anggota Komisi XI DPR-RI yang juga founder KAHMI Preneur Kamurussamad, Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace dan Kepala Bank Indonesia Wilayah Bali Nusra, Trisno Nugroho. Tampil sebagai narasumber pembanding Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, Giri Tribroto, dengan moderator mantan Ketua MD KAHMI Kota Denpasar, Achmad Baidhowi.

Koordinator Presidium MW KAHMI Bali, Umar Ibnu Al Khattab, saat menyampaikan prakata pembuka menegaskan, pemulihan ekonomi Bali menjadi tanggungjawab semua stakeholder atau para pemangku kepentingan.

“Upaya pemulihan ekonomi khususnya pariwisata Bali ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata, tapi harus dipikul bersama-sama oleh para pemangku kepentingan, KAHMI Bali mengambil posisi moderat siap bergandengan tangan,” tandas Umar, yang juga menjabat Kepala Ombudsman Bali ini.

Menparekraf Sandiaga Uno yang menyampaikan pemaparan lebih awal secara virtual menegaskan, Work From Bali (WFB) bukan wacana lagi. Kementerian Parekraf lanjutnya sudah mengawali dengan ngantor dari Bali.

“Saya hampir tiap hari diskusi dengan Pak Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali Pak Cok Ace ini menemukan solusi cepat dan tepat dari semua skema yang kita rumuskan, Work From Bali ini langkah awal, mari jaga semangat dan jangan menyerah,” tandas Sandiaga Uno.

Wakil Gubernur Bali Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali menegaskan, pariwisata Bali sudah mulai dibuka secara terbatas untuk tiga Kawasan zona hijau. Yakni, Sanur, Ubud dan Nusa Dua.

“Semoga bulan Juli nanti skemanya tak berubah, karena itu Pemprov Bali telah berupaya keras melakukan vaksinasi secara merata yang tujuannya masyarakat punya kekebalan dan pariwisata bisa kembali dibuka,” tandas tokoh asal Puri Ubud ini.

Pihaknya berharap seluruh Bali bisa menjadi zona hijau, terlebih Bali sudah dinobatkan sebagai wilayah di urutan pertama terbaik dalam penanganan Covid-19.

Kepala BI Bali  Nusra, Trisno Nugroho dengan menyajikan angka-angka pertumbuhan ekonomi Bali yang mengalami kontraksi begitu dalam. Mulai dari kuartal pertama hingga empat di tahun 2020 dan memasuki kuartal pertama hingga dua tahun 2021.

“Dengan kebijakan Work From Home kita bisa memecah pegawai untuk Work From Bali, ini untuk mengawali menggairahkan perekonomian Bali yang belum pulih,” tandas Trisno Nugroho yang juga warga KAHMI ini.

Yang menarik paparan anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. Founder KAHMI Preneur ini menilai, kebijakan WFB  mesti diukur dari multiplayer efeknya bagi perekonomian Bali yang hingga kini masih kontraksi disbanding daerah lain di Indonesia.

“Maka kedepan Bali mesti mulai fokus dan serius menggarap sektor agro ekonomi karena potensinya juga luar biasa.  Sebab ketika reborn pariwisata jangan diharap seperti sebelumnya, ingat saat ini kita berhadapan dengan virus,” dia mengingatkan.  rls

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.