Bali ‘Open Border’, 19 Negara Diperbolehkan Masuk

Gubernur Koster tampak berfoto bersama
290 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Pemerintah telah memutuskan membuka wisatawan mancanegara (open border) untuk Bali pada Kamis (14/10). Hari ini dipilih karena merupakan hari baik menurut kearifan lokal Bali.

Dalam pembukaan tersebut, negara yang diperbolehkan masuk ke Pulau Dewata, yakni yang memiliki risiko Covid-19 rendah di level 1 dan level 2, positif rate kurang dari 5% sesuai standar WHO, dan menerapkan kebijakan sama-sama membuka (prinsip timbal balik/reciprocal).

“Diputuskan sebanyak 19 Negara diperbolehkan masuk ke Bali, yaitu: Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster.

Dijelaskan, untuk persyaratan keberangkatan yakni sudah vaksinasi lengkap dua kali suntik, hasil negatif uji Swab PCR, H-3 sebelum keberangkatan, mengisi Aplikasi e-HAC Internasional yang diintegrasikan dengan Aplikasi PeduliLindungi dan Aplikasi Love Bali, serta memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 100.000 yang mencakup pembiayaan penanganan Covid-19.

Sedangkan persyaratan kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, lanjut Koster, menunjukkan dokumen yang sudah terisi lengkap sesuai Aplikasi e-HAC, persyaratan keimigrasian, dan mengikuti uji Swab PCR. “Waktu menunggu hasil uji Swab PCR sekitar 1 jam. Selama menunggu hasil uji Swab PCR, wisatawan berada di zona yang telah ditentukan oleh Otoritas Bandara, tidak diizinkan keluar,” bebernya.

Namun bila bila hasil positif tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat, lanjut Koster, wisatawan akan dibawa ke rumah sakit yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menjalani perawatan atau isolasi. Bila hasil negatif, wisatawan akan dibawa ke Hotel yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menjalani karantina selama 5 hari.

Selama mengikuti karantina, jelas dia, wisatawan hanya boleh beraktivitas di wilayah Hotel. Pada hari ke-4, mengikuti uji Swab PCR. Bila hasil positif tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat, wisatawan akan dibawa ke rumah sakit yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menjalani perawatan atau isolasi. “Bila hasil negatif, wisatawan bisa pindah Hotel dan melakukan aktivitas ke destinasi wisata,” lanjutnya.

Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan sebanyak 35 hotel untuk karantina dan penginapan bagi wisatawan, yang telah memiliki sertifikat standar CHSE. Selama berada di Bali, wisatawan berkewajiban mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan peraturan perundang-undangan dengan tertib dan disiplin.

Lanjutnya, untuk biaya uji Swab PCR, isolasi atau perawatan di rumah sakit, dan karantina di hotel menjadi tanggung jawab wisatawan. Wisatawan berkewajiban menggunakan sarana transportasi yang telah ditentukan oleh hotel dengan persyaratan standar CHSE.

“Ketentuan yang mengatur wisatawan berkaitan dengan persyaratan keberangkatan, keimigrasian, kedatangan, karantina, dan aktivitas selama berwisata di Bali diatur dengan Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-03.GR.01.05 Tahun 2021, serta Protokol Kesehatan Covid-19 Provinsi Bali,” tandasnya.

Wisatawan Hormati Budaya Bali

Selama berwisata dan berada di Bali, wisatawan berkewajiban menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bali, berperilaku tertib dan disiplin, serta menghormati dan mentaati peraturan perundang-undangan. “Pemerintah Provinsi Bali akan menindak tegas pelanggaran yang dilakukan oleh setiap wisatawan,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster.

Ditegaskan, dirinya sebagai Gubernur Bali bersama Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali beserta jajaran, serta Bupati/Walikota se-Bali akan tetap memberlakukan PPKM dengan protokol kesehatan secara ketat agar pandemi Covid-19 di Bali tetap dapat dikelola dengan baik guna mencegah terjadinya peningkatan kasus baru.

Untuk itu, pihaknya mengimbau semua pihak dan masyarakat Bali agar dengan tertib dan disiplin melaksanakan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 18 Tahun 2021.

Yakni mentaati dan melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat serta bebas Covid-19 dengan 6M. Yaitu memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan.

Lanjutnya, menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara konsisten dalam setiap aktivitas yang rawan kerumunan dan ruang tertutup.

“Bagi Krama Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik ke-1 atau suntik ke-2, terutama krama lanjut usia, komorbid, dan difabel, agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi resiko penularan Covid-19,” imbaunya.

Dia juga mengimbau agar krama Bali yang melakukan kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif untuk segera berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti Tracing yang dilaksanakan oleh Aparat TNI dan Polri. Begitu juga yang mengalami gejala awal seperti demam, pilek, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman dan perasa agar segera melakukan testing Swab berbasis PCR.

Sementara itu, bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan, dia meminta agar segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota. Dilarang melakukan isolasi mandiri di rumah, agar tidak menular kepada keluarga.

Dia menambahkan, bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke rumah sakit rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari terjadinya kondisi yang memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri.

Wayan Koster juga menambahkan bahwa banyak kasus baru muncul karena belum vaksinasi. Banyak kasus kematian terjadi karena warga terlambat melakukan testing Swab PCR. Baru masuk ke rumah sakit dalam kondisi sudah parah, sehingga sangat membahayakan nyawanya. Bahkan tidak bisa diselamatkan ketika mengalami perawatan di rumah sakit.

“Saya mengingatkan marilah dengan tertib dan disiplin menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga sahabat, menjaga masyarakat, dan menjaga Bali, agar terhindar dari risiko penularan Covid-19. Astungkara semua krama Bali rahayu,” tandasnya.

Ajak Masyarakat Disiplin Prokes

Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat agar dengan tertib dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 6M. Yaitu memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan.

Pihaknya berharap, pandemi Covid-19 dapat dikelola dengan sebaik-baiknya, guna menghindari terjadinya peningkatan kasus baru di Bali, sehingga akan memberi kepercayaan masyarakat nasional dan internasional terhadap penanganan Covid-19 di Bali.

“Hal ini merupakan modal yang sangat penting bagi kenyamanan dan keamanan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali,” kata Koster.

Dikatakan, penanganan Covid-19 dengan baik sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), agar dibukanya wisatawan mancanegara tidak menimbulkan klaster kasus baru Covid-19 di Bali.

Lanjutnya, dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama, aktivitas pariwisata dapat berlangsung, namun sekaligus dapat mengendalikan pandemi Covid-19, sehingga pariwisata dan perekonomian Bali segera pulih dan bangkit kembali.

“Saya mengajak krama Bali terus berupaya dan berdoa bersama agar apa yang menjadi harapan kita bersama dapat berjalan dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses. Rahayu,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.