Bali Dikuasai Banteng, Golkar Gagal Hadirkan Kejutan

2,011 Melihat

DENPASAR, POS BALI – PDIP masih menjadi penguasa kepala daerah dalam Pilkada 2020 dengan mengunci kemenangan lima dari enam kabupaten/kota. Yang mengejutkan, PDIP sukses menumbangkan Bupati Karangasem petahana, IGA Mas Sumatri, yang sebelumnya dinilai sulit dikalahkan. Namun, PDIP juga kehilangan satu kepala daerah yakni di Jembrana.

Paslon Kembang Hartawan-Ketut Sugiasa dilibas penantangnya, duet Tamba-Patriana Krisna (Ipat). Hasil ini juga membuktikan perang urat syaraf yang dilancarkan Partai Golkar untuk menghadirkan kejutan di Denpasar, Tabanan, dan Bangli gagal terwujud.

Di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar menurut hitungan cepat (quick count), jagoan PDIP betul-betul di atas angin. Paslon I Nyoman Giri Prasta – I Ketut Suiasa (Giriasa) dan IGN Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Bawa) meraih kemenangan mutlak. Di dua kabupaten/kota ini kemenangan jagoan banteng moncong putih jauh melampaui target.

Di Badung, dari hasil hitungan cepat yang dilakukan tim pemenangan hingga pukul 19:00 Wita, pasangan tunggal Giriasa berhasil meraup 94,69 persen suara sementara kolom kosong (koko) kebagian 5,31 persen.

Rinciannya, perolehan suara di kecamatan Abiansemal Giriasa 64.378 – Koko 2.903, kecamatan Kuta  Giriasa 16.241 – koko 611, Kecamatan kuta Selatan Giriasa 44.019 – koko 4.139, kecamatan Kuta Utara 43.277 – koko 3.306, kecamatan Mengwi Giriasa 85.570 – koko 3.756, kecamatan Petang Giriasa 21.921 – koko 731. Sehingga total suara untuk pasang Giriasa 290.852 – koko 15.446.

Sementara di Kota Denpasar, pasangan Jaya-Bawa menang mutlak. Perolehan suara paslon yang diusung PDIP, Gerindra dan Hanura ini melambung sampai 81 persen berbanding 19 persen yang diperoleh lawannya, paslon Ngurah Ambara Putra-Bagus Kertha Negara (Amerta).

Perolehan suara sampai dengan pukul 18.00 Wita dengan suara yang masuk 92 persen tersebut jauh di atas target Jaya Wibawa yang “hanya” 72 persen. Dari 406 DPT di TPS 11 Banjar Saba, Penatih, Dentim, Jaya Negara mendapat 396 dan Amerta 5 suara. Sementara di TPS 9 Banjar Ambengan, Pedungan, Densel, Kadek Agus Arya Wibawa menyapu bersih 368 suara sah dari total 421 DPT.

Sementara dari Tabanan dilaporkan, paslon Komang Gede Sanjaya dan Made Edi Wirawan (Jaya-Wira) menang telak. Jauh mengungguli paslon 02, Anak Agung Ngurah Panji Astika – I Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi).

Tim Pemenangan Jaya-Wira yang dipimpin I Made Urip mengklaim kemenangan paslon nomor urut 1 Pilkada Tabanan itu menang dengan perolehan suara 73 persen. Hitung cepat versi tim tersebut diungkapkan Urip kepada wartawan di DPC PDIP Tabanan, Rabu (9/12) petang kemarin.

Bahkan Jaya-Wira meraih hasil bulat suara 100 persen di dua TPS di Desa Dauh Peken. Di Desa Dauh Peken ada 24 TPS. Jaya-Wiya berhasil mengalahkan paslon Panji-Budi. Di desa ini, Jaya-Wira memperoleh 6.266 suara atau sekitar 80,73 persen dan Panji-Budi memperoleh 1.169 suara atau sekitar 15,06 persen. Sedangkan suara tidak sah 4,21 persen atau 327 suara.

Di Bangli, paslon Sang Nyoman Sedana Arta-Wayan Diar (Sadia) yang diusung PDIP masih terlalu perkasa dibanding paslon Subrata-Ngakan Kutha Parwata (Bagus). Berdasarkan hasil hitung cepat hingga pukul 18.00 Wita Rabu (9/12) kemarin di Sekretariat DPC PDIP Bangli, sementara perolehan suara Sadia mencaoai 57,72 persen suara. Sementara Bagus hanya meraih 42,28 suara.

Total suara dari 566 TPS di Kabupaten Bangli paket Sadia meraup 87.247 suara (57,72 persen) dan Bagus memperoleh 63.904 suara (42,28 persen). Rinciannya: 1.Kecamatan Susut, paket Bagus  8.595 suara, paket  Sadia  21.864 suara, 2.Kecamatan Kintamani, Bagus 31.601 suara, Sadia 30.570 suara, 3.Kecamatan Bangli, Bagus 12.060 suara, Sadia 19.732 suara, 4. Kecamatan Tembuku, Bagus 11.648 suara, Sadia 1.5081 suara.

Target sapu bersih PDIP di Pilkada 2020 hanya “ternoda” di Jembrana. Paslon yang diusung PDIP bersama Hanura, I Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa (Bangsa) ditumbangkan penantang, Nengah Tamba-Patriana Krisna (Ipat). Kemenangan ini cukup mengejutkan, mengingat Ipat yang juga anak mantan Bupati Jembrana, I Gde Winasa, termasuk pendatang baru dalam kancah politik di bumi makepung.

Pasangan Tamba-Ipat (Tepat) yang diusung 13 partai dalam Koalisi Jembrana Maju (KJM) menguasai empat dari lima kecamatan yang ada di Jembrana. Penghitungan sementara dari berbagai sumber, paslon Tepat menang di empat kecamatan dengan selisih 4 persen lebih. Paslon Tepat mendulang 94.188 suara (52,03 persen) dan paket Bangsa 86.831 (47,97 persen). Di Kecamatan Melaya, Tepat memperoleh suara 17.762 (50,68 persen), sementara Bangsa 17.282 (49,32 persen). 002/hen

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.