Bahas Kasus Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Forkopimda Gianyar Rapat Tertutup

Pesamuan krama Desa Adat Jro Kuta, Pejeng, Gianyar beberapa waktu, saat membacakan putusan sanksi kepada dua warganya.
458 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Mencari solusi polemik antara prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Tampaksiring, dengan sejumlah krama yang kini dikenakan sanksi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gianyar menggelar rapat tertutup di kantor Bupati Gianyar, Jumat (15/10/2021). Sejumlah pejabat hadir mulai dari Kapolres Gianyar, AKBP Made Bayu Sutha; Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardani; Ketua Majelis Desa Adat Gianyar, Dandim 1616/Gianyar dan Danyonzipur 18.

Namun, baik Bendesa Adat dan krama yang dikenai sanksi tidak diundang. Kedua pihak akan diundang ke kantor Bupati Gianyar pada Sabtu 16 Oktober. “Mereka akan diundang pada jam yang berbeda. Untuk menghindari kerumunan, masing-masing pihak akan dipanggil perwakilan sembilan orang. Itu saja keputusan rapatnya tadi,” bisik sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, tidak memberi penjelasan terkait pertemuan tersebut. Usai rapat, dia langsung pergi melalui pintu belakang kantor Bupati.

Kapolres AKBP Bayu Sutha membenarkan bahwa rapat tersebut membahas kasus Desa Adat Jero Kuta Pejeng. Terkait status Bendesa Jero Kuta Pejeng, Cokorda Gede Putra Pemayun, dia mengiyakan saat ini memang sudah P21. Namun, alasan belum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gianyar, dia minta media agar menanyakan ke penyidik. “Itu ranahnya penyidik, silakan tanyakan langsung ke penyidik,” pintanya.

Ketua MDA Gianyar, AA Alit Asmara, menambahkan, terkait Bendesa Jero Kuta Pejeng yang telah berstatus tersangka, dia belum bisa mengambil kesimpulan bahwa jabatan bendesa harus dilepas. Ditegaskannya, saat ini Pemayun masih menjabat Bendesa Adat. “Kami belum bisa beri pernyataan. Menunggu kepastian saja dulu, biar ndak salah kita,” tegasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.