Badung Masih Berlakukan Pembatasan Jam Operasional Khusus Untuk Toko Modern

556 Melihat
Setelah Seminggu Sosialisasi, Penertiban Mulai Dilakukan

 

MANGUPURA, POSBALI.co.id – Khusus untuk operasional Toko Modern, Pemkab Badung masih tetap menerapkan aturan pembatasan operasional toko modern hingga pukul 21.00 Wita atau jam 9 malam. Sementara untuk toko kelontong, pasar rakyat, mall, apotik dan ssbagainya, Pemkab Badung mengecualikan pembatasan jam operasional. Hal tersebut dilakukan pasca lahirnya Permenkes RI no 9 tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan kabupaten Badung, Made Widiana dikonfirmasi Selasa (7/4) menerangkan, lahirnya Permenkes RI no 9 tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar memang membuat Instruksi Nomor 510/1957/Diskop.UKMP/Sekret yang ditandatangani Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa secara otomatis gugur. Dimana operasional toko modern, pasar rakyat, mall dan sebagainya, kini diserahkan kembali kepada usaha yang bersangkutan. Namun khusus untuk toko modern, pemkab badung mengecualikan aturan Permenkes tersebut. Sebab usaha tersebut dirasa masih perlu diatur jam operasionalnya, terlebih antara Permenkes dengan Instruksi Pemkab Badung tidaklah bertentangan adanya. “Khusus untuk operasional toko modern, jam operasional mereka tetap kita batasi hingga pukul 21.00 wita. Kalau yang lainnya kita serahkan kembali kepada usaha yang bersangkutan,”terangnya.

Pengecualian permenkes tersebut, diakuinya juga didasari atas pertimbangan tertentu, seperti penerapan pola sosial dan physical distancing, serta kecenderungan kebiasaan masyarakat. Jika operasional toko modern dilonggarkan, ditakutkan tempat tersebut kembali menjadi ajang berkumpul atau berkerumunnya anak muda. Karena itulah Pemkab Badung tetap mengatur jam operasional toko modern, karena tempat tersebut merupakan tempat yang berpotensi sebagai tempat berkerumun anak muda. “Itu upaya maksimal yang diterapkan Pemkab Badung, dalam menerapkan pola sosial dan physical distancing. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerumunan anak muda yang memanfaatkan media atau toko modern sebagai tempat berkumpul,”jelasnya.

Sementara dari evaluasi yang dilakukan pihaknya, pembatasan jam operasional sebenarnya sangat didukung oleh masyarakat. Sehingga apa yang disampaikan, terkait kebijakan meniadakan kerumunan anak muda itu bisa diminimalisir dan bahkan zero sama sekali. Bahkan sejumlah mall diketahuinya sudah lebih dulu menerapkan hal tersebut, mereka sudah lebih dulu membatasi operasionalnya, sebelum adanya instruksi tersebut. “Untuk mall, setelah kita pantau, mereka ternyata sudah tutup jam 8. Mungkin itu dilakukan sebagai langkah efisiensi, sebab kondisinya juga sepi,”ungkapnya.

Karena pengaturan jam operasional toko modern tetap diberlakukan, maka sesuai dengan rencana, penindakan usaha yang masih melanggar aturan tersebut akan dimulai Selasa ini. Dimana penindakan tersebut akan diatensi langsung oleh Satpol PP Badung. “Masa sosialisasi sudah seminggu, jadi kini kita mulai langkah penertiban,”imbuhnya

Dikonfirmasi terpisah, Kasatpol PP Badung, IGAK Surya Negara menerangkan penertiban pelanggaran pembatasan aturan operasional toko modern sudah langsung ditindaklanjuti pihaknya. Penindakan tersebut diakuinya bukanlah pada penyegelan, namun meminta mereka untuk tutup operasional toko. “Jadi ketika ada temuan melanggar instruksi tersebut, maka petugas kami akan langaung mengdatangi untuk menutup toko. Apapun alasannya, toko harus tutup pada batas waktu yang ditentukan,”tegasnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.