Babinsa Ujung Tombak TNI untuk Percepat Pengendalian Kasus Covid-19

Foto: Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak saat berbincang dengan awak media di Media Centre Korem 163/Wira Satya, Jalan Melati, Denpasar, Jumat (19/8).
397 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Babinsa menjadi ujung tombak TNI dalam upaya mempercepat pengendalian kasus Covid-19 di masyarakat dengan menggalakan pelaksanaan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dan isolasi terpusat (isoter) khususnya untuk wilayah yang terkonfirmasi zona merah di Provinsi Bali.

Hal tersebut diungkapkan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak kepada awak media di Media Centre Korem 163/Wira Satya, Jalan Melati, Denpasar, Jumat (19/8).

“Upaya yang dilakukan Satgas Gabungan Covid-19 Bali dari TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP, utamanya jajaran Babinsa di tiap-tiap Koramil menjadi ujung tombak dalam langkah strategis yang dilakukan Kodam IX/Udayana untuk memaksimalkan pengendalian kasus positif Covid-19 yang terus mengalami peningkatan setiap harinya,” tegas Pangdam.

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, upaya keras yang dilakukan jajaran Babinsa dalam menggalakan pelaksanaan 3T dan melakukan penjemputan secara langsung terhadap warga masyarakat yang masih melakukan isolasi mandiri (isoman) untuk dilakukan isoter, juga telah memberikan dampak positif dalam menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Bali.

“Yang harus kita galakan saat ini adalah 3T dan pelaksanaan isoter. Untuk itu saya sangat mengapresiasi kinerja Satgas di lapangan utamanya Babinsa dengan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam menanggulangi kasus terkonfirmasi positif di masyarakat, setidaknya sudah memberikan suatu dampak positif dalam menahan gelombang penyebaran Covid-19 di Bali,” ungkapnya.

Disebutkan, dari data Satgas Covid-19 Provinsi Bali, saat ini setidaknya sudah ada 3.773 pasien terkonfirmasi positif yang telah menjalani isoter di tiap-tiap kabupaten/kota per 18 Agustus 2021. Dengan rincian, Kabupaten Badung sebanyak 742 orang, Buleleng 643 orang, Tabanan, 401 orang, Bangli, 370 orang, Jembrana 364 orang, Klungkung 194 orang, Karangasem 102 orang, dan Gianyar 168 orang. Dari total tersebut, kesemua pasien Isoter tersebar di 75 fasilitas yang ada di 9 Kabupaten/Kota di Bali dengan rata-rata terbanyak ada di Kota Denpasar sebanyak 24 titik.

Pangdam juga meminta kepada masyarakat Bali yang masih menjalani isoman untuk segera melakukan isoter. “Warga juga saya ingatkan agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Karena varian delta yang telah masuk ke Bali, lebih berbahaya. Memiliki kekuatan 10 kali lipat lebih ganas dan lebih cepat penularannya,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.