Awalnya Takut Terjaring Operasi Tim Yustisi, Kini Armando Disiplin Pakai Masker

Tim Yustisi Kota Denpasar saat melakukan penertiban Prokes. Warga yang tak pakai masker didenda Rp100 Ribu, salah pakai masker diberi sanksi push up
120 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Memakai masker adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan Covid-19.

Memakai masker adalah salah satu protokol kesehatan (prokes) mencegah penularan Covid-19. Mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas ke luar rumah adalah prokes lain yang harus disiplin dijalankan selama pandemi Covid-19 ini.

Dengan memakai masker, bukan hanya dirinya yang terlindungi dari penularan Covid-19. Orang lain juga terlindungi dari penularan Covid-19. Dengan memakai masker, orang yang berstatus OTG tidak menularkan Covid-19 kepada orang lain.

Belum semua orang sadar pentingnya disiplin menjalankan prokes termasuk memakai masker. Di tengah tingginya kasus Covid-19 saat ini, masih saja ada orang yang ogah memakai masker.

Mereka yang disiplin memakai masker tentu sadar akan manfaat pelindung mulut dan hidung tersebut.

Namun, untuk sampai pada kesadaran ini, ada yang harus melewati proses tertentu. Artinya, seseorang awalnya ogah memakai masker, namun karena kondisi atau pengalaman tertentu, ia berubah disiplin memakai masker.

Armando adalah salah satu orang yang punya pengalaman demikian. Warga Kota Denpasar ini awalnya ogah memakai masker. Kondisi terpaksa saja Ia memakai masker, misalnya saat mendatangi tempat yang mengharuskan memakai masker.

Namun kini Ia disiplin memakai masker dan prokes lainnya.

Armando mulai “ramah” dengan masker bermula saat Ia terjaring operasi penertiban prokes oleh Tim Yustisi Kota Denpasar. Saat itu Ia mengendarai motor tanpa memakai masker. Ia pun didenda Rp100 ribu.

Usai terjaring operasi prokes itu, Armando selalu memakai masker saat mengendarai motor. Ia juga memakai masker saat berada di tempat-tempat umum.

Alasannya saat itu untuk menghindari operasi prokes Tim Yustisi.

“Saat itu pakai masker kalau naik motor biar tidak kena razia masker. Ke tempat-tempat umum juga begitu,” ujarnya.

Ia menanggalkan maskernya ketika bertemu teman atau tetangga. Ia juga melepaskan masker saat berada di tempat-tempat yang melonggarkan prokes.

Armando ogah memakai masker karena merasa tak nyaman. “Walaupun saya tahu pakai masker itu penting, tapi saya abaikan. Rasanya tidak nyaman pakai masker atau berlama-lama,” ujarnya.

Ketidaknyamanannya memakai masker perlahan memudar karena kebiasaan memakai masker saat mengendarai kendaraan.

“Tiap hari kan keluar dari rumah, jalan jauh pakai masker. Lama-lama ya jadinya terbiasa pakai maskernya,” kata Armando.

Merasa nyaman memakai masker, Ia pun mulai mengubah kebiasaan beraktivitas tanpa masker. Pada saat bersamaan, Ia mulai menyadari pandemi Covid-19 ini tak tahu kapan berakhirnya. Sementara penularannya terus meningkat. Siapa saja berpotensi tertular termasuk dirinya.

Pertahanan diri terbaik adalah disiplin prokes. “Saya mulai displin memakai masker, termasuk menjaga jarak dan mencuci tangan atau pakai hand Zaniteser,” katanya.

“Bertemu teman memakai masker, jaga jarak. Aktivitas di luar rumah hanya yang penting-penting saja,” lanjut dia.

Armando bersyukur saat kasus Covid-19 kembali meningkat tajam belakangan ini, Ia sudah terbiasa disiplin prokes.

“Untunglah saya sudah terbiasa pakai masker. Ngeri juga melihat perkembangan kasus Covid saat ini. Semoga bisa terhindar dari penularan Covid-19,” katanya.

Ia juga mengaku senang melihat teman-temannya sudah banyak yang disiplin menjalankan prokes.

“Dulu kami malas pakai masker. Sekarang semua sadar bahaya Covid ini kalau tidak pakai masker,” ujarnya. Armando.

Ia mengingatkan resiko penularan Covid-19 jika abai terhadap prokes. “Tidak ada ruginya kita disiplin prokes. Tidak ada ruginya kita pakai masker, sering cuci tangan, dan jaga jarak. Itu lebih baik daripada kita tertular Covid-19 ini,” pungkas Armando.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai meminta masyarakat untuk tidak lengah atas perkembangan kasus Covid-19 saat ini. Saat ini kasus Covid-19 di Denpasar masih tinggi.

Ia meminta masyarakat untuk disiplin prokes. “Kita harus terus waspada dan disiplin prokes. Taati aturan saat penerapan PPKM Level 4. Pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobolitas,” kata Dewa Rai.

Sementara Tim Yustisi Kota Denpasar terus melakukan operasi penertiban prokes setiap hari. Mereka yang tidak memakai masker langsung di denda Rp100 ribu. Yang salah memakai masker pun diberi sanski, yakni sanksi push up.

Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga meminta masyarakat untuk disiplin menjalankan prokes, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas ke luar rumah.

Disiplin prokes ini menjadi kunci mengendalikan penularan Covid-19. “Kami berharap agar semua lapisan masyarakat selalu taat menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah sehingga tidak ada lagi penambahan kasus penularan virus di Kota Denpasar,” kata Sayoga.

Setiap hari, baik siang maupun malam, Satgas dan Tim Yustisi Kota Denpasar terus melakukan pemantauan dan edukasi terkait penerapan prokes kepada masyarakat

“Kami ajak semua masyarakat untuk selalu taat dan disiplin dalam menerapkan Prokes,” ujar Sayoga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.