ASN Pemprov Bali ‘Mepunia’, Kumpulkan Donasi untuk Beli Beras dan Dibagikan Kepada Masyarakat Terdampak

Dewa Made Indra
78 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Bali yang mengandalkan perekonomian dari sektor pariwisata sangat terpuruk dengan mewabahnya virus corona ini. Tak ada wisatawan datang berlibur ke Bali.

Menyikapi situasi dan kondisi pandemi Covid-19 ini, ASN Pemprov Bali tergerak untuk berbagi dengan harapan mampu sedikit meringankan beban masyarakat.

ASN Pemprov Bali ‘mepunia’, mengumpulkan sumbangan dengan batas waktu pengumpulan hingga 21 Juli 2021. Punia itu dikoordinir oleh masing-masing kepala OPD dan dikumpulkan ke Dinas Sosial Provinsi Bali.

‘Punia’ yang terkumpul itu, direncanakan untuk pembelian beras dan dibagikan kepada masyarakat terdampak.

Rincian pedemon ‘punia’ tersebut, untuk eselon I (Sekda) Rp 2,5 juta, eselon IIa (kepala OPD) Rp 1,5 juta, eselon IIb (kepala biro) Rp 1 juta, eselon IIIa Rp 500 ribu, eselon IIIb Rp 400 ribu, eselon IV Rp 250 ribu, pejabat fungsional utama Rp 500 ribu, pejabat fungsional madya Rp 350 ribu, pejabat fungsional pertama Rp 200 ribu, dan ASN lainnya Rp 50 – Rp 100 ribu.

Aksi sosial berupa ‘mepunia’ dengan mengumpulkan donasi tersebut, diinisiasi Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra. Pihaknya tergerak melihat pandemi Covid-19 yang telah berlangsung satu tahun empat empat bulan.

“Masyarakat menghadapi kesulitan yang luar biasa karena ancaman paparan covid dan kesulitan ekonomi,” ungkap Dewa Indra, Rabu (21/7).

Selain itu, lanjut dia, ‘punia’ ini juga untuk menyikapi kebijakan PPKM Level 3. Yakni aktivitas masyarakat dibatasi untuk menekan penyebaran Covid-19, sehingga menambah kesulitan bekerja, apalagi sebagian besar pendapatan mereka sangat bergantung dengan kerja hariannya.

Dijelaskan, ASN Pemprov Bali mendapat penghasilan tetap yang dibayarkan per bulan. Selain itu, juga ditambah gaji ke 13 dan juga Tunjangan Hari Raya (THR).

Pemerintah pun memastikan akan tetap membayar gaji dan tunjangan ASN meskipun sedang menghadapi kondisi keuangan yang sulit.

Dewa Indra menegaskan, ASN Pemprov Bali harus bersyukur lagi karena selain gaji, THR dan gaji ke 13 tersebut, masih mendapatkan tunjangan kinerja secara penuh.

“Jadi sebagai ungkapan syukur, saya mengajak sahabat ASN untuk menumbuhkan rasa empati kepada masyarakat terdampak yang kesulitan secara ekonomi dengan jalan berbagi. Mari kita ‘mepunia’, donasi dengan rasa tulus ikhlas kepada masyarakat. Punia ini kita sampaikan dalam bentuk uang, kemudian dibelikan beras untuk dibagi kepada masyarakat terdampak,” ajaknya.

Sayangnya, dari informasi di Dinas Sosial, ternyata belum semua ASN mengikuti arahan Sekda Bali yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali tersebut. Padahal, Rabu pukul 12.00 WITA adalah batas waktu terakhir pengumpulan donasi tersebut.

Pihak Dinas Sosial akhirnya menghubungi beberapa OPD sebagai koordinator agar segera mengumpulkan donasi tersebut. “Mepunia ini merupakan gerakan kemanusiaan, untuk berbagi dengan sesama. Jadi saya harap segera mengumpulkannya, sehingga kita bisa dengan segera membantu masyarakat yang terdampak,” tegasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.