APBD Perubahan Bangli 2021 Akan Dipercepat

Ketut Suastika
524 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Menyesuaikan visi-misi Bupati Bangli terpilih, DPRD Bangli mendorong eksekutif percepatan pembahasan APBD Perubahan 2021. Jika memungkinkan, Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, menarget APBD Perubahan bisa diketok palu pada April mendatang.

“Mengingat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih akan dilakukan tanggal 17 Februari 2021, saat ini berarti masih masa transisi. Untuk menyesuaikan visi-misi Bupati terpilih, maka kami akan mempercepat pembahasan APBD Perubahan,” ujarnya, Rabu (20/1/2021).

Lebih jauh diuraikan, dalam kondisi normal dan sesuai aturan, APBD Perubahan selambat-lambatnya memang disahkan pada minggu kedua Agustus. Alasan mendasar untuk percepatan APBD Perubahan, jelasnya, untuk menyesuaikan visi-misi Bupati agar program-program Bupati terpilih bisa berjalan optimal. Karena itu, dia mendorong eksekutif mempercepat pengajuan Rancangan APBD Perubahan tersebut.

“Pengajuan RAPBD Perubahan adalah kewenangan eksekutif. Cepat atau tidaknya bergantung eksekutif. Setelah pelantikan kami akan langsung komunikasi dengan Bupati terpilih. Target kami, APBD Perubahan bisa disahkan sekitar April, lebih cepat lebih baik,” tegasnya.

Lanjut Suastika mengatakan, jika APBD Perubahan ditetapkan Agustus atau September, visi-misi Bupati tidak akan bisa dijalankan maksimal. Pelaksanaan visi-misi itu harus melalui sebuah proses dan mekanisme APBD. “Saat ini masih fokus masalah penanganan Covid-19, serta salah satunya untuk menata kota, termasuk memberi pengobatan gratis kepada masyarakat miskin,” terangnya.

Tindak lanjut dari itu, sambungnya, legislatif perlu melakukan konsultasi ke pemerintah atasan terkait regulasi yang ada. “Untuk mengetahui apakah ada regulasi lain yang juga mengatur kaitan rencana percepatan APBD Perubahan, akan kami konsultasikan dulu sebelum pelantikan dilakukan,” ungkapnya.

Selain untuk menyesuaikan visi-misi Bupati terpilih, ulasnya, yang terpenting adalah agar anggaran penanganan Covid-19 bisa dioptimalkan lagi. Penanganan bencana juga menjadi salah satu program prioritas. Untuk keperluan itu, eksekutif bersama DPRD Bangli menetapkan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) tahun 2021 sebesar Rp6 miliar. Rp2,6 miliar di antaranya diperuntukkan sebagai penunjang pengadaan alat-alat PCR secara mandiri oleh RSU Bangli.

Yang belum dianggarkan adalah anggaran APD untuk tenaga medis yang akan mengoperasikan PCR, yang alatnya sudah datang di RSU Bangli. “Ini yang kami dukung. Karena itu, jika memang dana BTT tersebut masih dirasakan minim, kami siap memperjuangkan lagi agar skala prioritas bisa terlaksana,” pungkasnya. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.