Angkasa Pura I Ngurah Rai Masih Menunggu Finalisasi Langkah Teknis Kemenhub

525 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Hingga saat ini, pihak Angkasa Pura I Ngurah Rai selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai diketahui masih menunggu arahan lebih jauh, terkait  langkah-langkah tekhnis yang akan diambil terkait penutupan sementara penerbangan dari dan ke RRT yang dikeluarkan Kemenhub. Dimana langkah teknis tersebut diketahui akan difinalkan pada hari ini di kantor Kemenhub Jakarta.

Menurut keterangan Comunication and Legal Section Manager Angkasa Pura I Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim kebijakan perusahaannya yang masih menunggu finalisasi langkah tekhnis tersebut, didasarkan adat adanya 2 opsi yang akan diambil dalam rapat finalisasi. Pertama adalah adanya proses refund atau reskejul kepada pihak maskapai, untuk memindahkan rute mereka menuju Hongkong dan Macau. Dimana rute tersebut tidaklah ditutup oleh pemerintah Indonesia. Sedangkan opsi kedua adalah, adanya kabar rencana penjemputan dari pemerintah RRT ke Indonesia. Dimana kejelasan hal itu masih perlu dikonfirmasi kepada Pemprov Bali dan Konjen Cina di Bali. Namun Kepala Otban diakuinya siap akan membantu secara pengaturan slot, jika rencana penjemputan itu terjadi. “Saran beliau ke kami adalah agar kami menyiapkan parking khusus di apron, untuk isolated parkir area penjemputan. Sehingga akan lebih fokus dan cepat proses mobilisasi WNA Tiongkok untuk pulang ke negaranya masing-masing,”terangnya.

Pihaknya juga mengaku akan menyiapkan help desk khusus di lantai II terminal keberangkatan internasional, seperti ketika terjadinya erupsi gunung agung. Sehingga jika ada reskejul dan refund, maka itu akan berjalan. Namun untuk mekanisme penjemputan WNA Tiongkok, hal itu masi menunggu konfirm dari Pemprov Bali kepada Konjen Cina. Saat ini help desk tersebut diakuinya belum dibuka, karena pihaknya masih menunggu langkah tekhnis Kemenhub terkait bagaimana pola mengenai penutupan terjadi. Karena yang menjadi fokus penutupan adalah rute penerbangan, bukan orangnya yang dimobilisasi. “Meskipun warga cina ini memiliki masa stay 1 bulan kedepan, namun masih pegang tiket diatas tanggal 5, ia masih bisa tinggal di Bali. Fokusnya adalah jadwal penerbangan WNA Cina yang berdekatan jadwalnya dengan tanggal 5 ini yang kita sikapi,”ungkapnya.

Disisi lain, merujuk arahan dari Menlu dan Kementerian Kesehatan, per tanggal 5 Februari 2020 pukul 00.00 Wita, terkait larangan penerbangan dari dan ke Cina. Bisa dipastikan ada 192 jadwal reguler yang melayani rute Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Cina yang akan batal terbang. Sementara 55 penerbangan yang menuju Hongkong tetap beroperasi seperti biasa, karena rute tersebut merupakan rute yang dikecualikan dari kebijakan larangan. Disisilain, untuk estimasi penumpang atau wisatawan yang batal terbang dari pembatalan 192 penebangan itu, diperkirakan mencapai 26.880 penumpang. Angka tersebut merupakan angka estimasi rata-rata satu maskapai mengangkut sekitar 140 wisatawan per satu kali terbang. “Kalau untuk Hongkong, itu memang rute yang dikecualikan dari kebijakan itu. Sementara, rute lainnya ke Cina dilarang,”paparnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa  total penerbangan ke Cina sejak tanggal 13 Januari hingga 2 Februari 2020, total pergerakan pesawat dari Cina ke Bandara Internasional Ngurah Rai ada 804 penerbangan. Sementara untuk penumpangnya tercatat 154.483 pergerakan, baik kedatangan maupun keberangkatan. Dari trend tersebut pihaknya sudah mengalami minus sekitar 6,93 persen dari kunjungan maupun keberangkatan WNA rute Tiongkok dibandingkan tahun 2019. Sampai saat ini diakuinya sudah ada 105 jadwal penerbangan yang cancel yang disebabkan oleh berbagai faktor termasuk virus Corona. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.