Anak-anak di Banjar Banda Berburu Sampah Plastik

Anak-anak di lingkungan Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar memunguti sampah plastik di sepanjang jalan dan selokan.
285 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Siswa sekolah dasar di lingkungan Banjar Banda, Desa Saba, Blahbatuh, memunguti sampah plastik yang dibuang sembarangan di sepanjang jalan dan selokan. Sampah tersebut dikumpulkan, dan akan ditukarkan dengan beras dalam kegiatan “plastic exchange” yang akan diadakan Kamis, (22/10).

Para siswa tersebut memunguti sampah plastik sejak pukul 15.00 Wita. Tidak sedikit yang mendapat satu karung penuh dan satu kresek penuh, lantaran sampah plastik jumlahnya sangat melimpah, “Pang maan baas bli, (biar dapat beras kak),” ujar Agus, siswa kelas 5 SD.

Pelbagai sampah plastik dari botol air mineral, kemasan makanan ringan, hingga kresek dipunguti. Tanpa merasa jijik, mereka dengan sigap masuk ke selokan lalu memungut sampah plastik dengan tangannya. “Saya tidak menyangka anak-anak akan sangat seantusias ini memungut sampah plastik,” puji Kelian Dinas Banjar Banda, Kadek Merta Anggara, Selasa (20/10).

Lebih lanjut dikatakan, anak-anak yang berburu sampah plastik ini bisa belajar mengenal lingkungan sambil bermain bersama teman-temannya. Tidak hanya belajar dalam kelas, tetapi juga di lingkungan sekitar. “Karena kebanyakan di rumah, anak-anak menjadi kekurangan sosialisasi. Makanya begitu saya umumkan untuk kegiatan ini, anak-anak tumpah ruah memunguti sampah plastik,” ungkapnya bernada bangga.

Meski demikian, dia tetap memberi pesan kepada anak-anak agar tetap menaati protokol kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, dia dibantu komunitas tol-tol yang bergerak di bidang lingkungan dan pemuda-pemudi setempat. Untuk sistem penukaran, sampah plastik kemasan makanan ditukar 3:1, maksudnya 3 kilo sampah mendapat 1 kilogram beras.

Dengan adanya kegiatan ini, dia berharap lingkungan menjadi bersih dari sampah plastik. Agar tercipta lingkungan asri, sebutnya, menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua warga banjar. “Kegiatan ini merupakan bentuk kami menjalankan bhuta yadnya dalam bentuk sekala (nyata),” urainya memungkasi. adi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.