Aksi Sosial di Tengah PPKM, Sanggar Sidakarya Bagikan 1.000 Bungkus Nasi di Denpasar

Sanggar Sidakarya membagikan nasi gratis kepada masyarakat di Jalan Sidakarya, Denpasar Selatan
129 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Banyak orang kesulitan secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Apalagi dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), masyarakat yang mengandalkan pendapatan harian kian sulit memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bahu membahu membatu sesama di masa pandemi Covid-19 dilakukan berbagai kalangan di Kota Denpasar.

Sanggar Sidakarya juga tergerak untuk membantu sesama. Komunitas ini membagikan 1.000 bungkus nasi gratis kepada pengendara di Jalan Sidakarya dan masyarakat umum di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Minggu (25/7/2021).

Tampak satu persatu pengendara yang melintas diberikan nasi. Tak hanya itu, masyarakat yang sedang berada di kawasan tersebut juga tak luput untuk diberikan bantuan nasi gratis.

Salah satu Pengurus Sanggar Sidakarya, Kadek Ana, mengatakan aksi sederhana ini sepenuhya inisiasi dari anggota Sanggar Sidakarya. Hal tersebut didasari atas keprihatinan akan kondisi sosal ekonomi masyarakat saat ini.

Dek Ana mengatakan, pada masa sulit ini, Sanggar Sidakarya tidak hanya berfokus pada usaha pelestarian seni dan budaya, melainkan juga terketuk untuk membantu masyarakat yang membutuhkan uluran.

“Kami menyadari bahwa aksi kecil hanyalah hal sederhana namun mereka berharap dengan bantuan tersebut mudah mudahan dapat mengurangi beban mereka,” katanya.

“Pembagian nasi gratis ini hanyalah bentuk keprihatinan kami, dan kami siap memfasilitasi bantuan ataupun uluran tangan dari siapa pun yang ingin berbagi kepada masyarakat bersama kami, Sanggar Sidakarya,” lanjut dia.

Sanggar Sidakarya merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang seni. Sejak dibentuk tahun 2005, Sanggar Sidakarya selalu ikut berkiprah dalam kegiatan berkesenian.

Beragam event seni baik di tingkat kabupaten maupun provinsi seperti pada Pesta Kesenian Bali. Sanggar ini juga ikut aktif dalam kegiatan pentas dalam konteks upacara keagamaan “ngayah” baik di Desa Sidakarya sendiri maupun di tempat lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.