Akibat Kurang Disiplin Saat Rakernas

Ket foto : Wartawan Senior yang juga Ketua Umum KONI Badung Made Nariana.
Ket foto : Wartawan Senior yang juga Ketua Umum KONI Badung Made Nariana.
363 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – PDI Perjuangan bertindak tegas terhadap kadernya yang kurang disiplin. Saat Rakernas partai berlambang banteng moncong putih itu  di Jakarta belum lama ini, delapan orang kader PDI-P dari Bali kena hukuman turun pangkat. Mereka turun jabatan di lembaga masing-masing. Mereka umumnya adalah wakil rakyat pilihan rakyat, tetapi kurang disiplin dalam mengikuti acara partai, pimpiman Megawati Soekarnoputri.

Dalam pidatonya dalam Rakernas itu, Buk Mega bicara cukup keras. “Anggota yang tidak mau tunduk dengan aturan partai, silahkan keluar meninggalkan PDI-P,” kata Mega saat itu.

Nampaknya ada kader yang kurang sensitif dengan pidato pimpinannya. Di saat pengarahan-pengarahan tokoh partai, peserta rakernas ada yang terlambat masuk ruangan, atau tidak sadar ngobrol di  luar ruangan Rakernas. Hukumannya, sangat tegas turun jabatan. Maih untung tidak dipecat.

Kapolri pernah memberhentikan Kapolres di suatu daerah karena ngobrol di saat Kapolri memberikan pengarahan. Besoknya sang Kapolres mendapat “hadiah” jabatan baru dan digeser, padahal baru dua bulan menjabat sebagai Kapolres.

Saya sepakat disiplin di kalangan aparatur negara apalagi yang menerima gaji dari pemerintah ditingkatkan. Mereka yang tidak disiplin digeser atau dipecat supaya jangan menjadi virus di kalangan tertentu. Pihak swasta, malahan sudah sejak lama lebih disiplin menegakkan aturan. Tidak mencapai target kerja, tidak disiplin dengan waktu langsung mendapat ganjaran hukuman yang pantas.

Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster,  begitu usai Rakernas mengeluarkan keputusan menggeser jabatan delapan kadernya yang melanggar selama rapat di Jakarta. Mereka berasal dari anggota DPRD di Jembrana,  Tabanan, Bangli dan Gianyar. Jabatan mereka umumnya di alat kelengkapan dewan, seperti pimpinan Fraksi, Komisi, dan jabatan lainnya. Hukumannya, turun menjadi anggota biasa di DPRD terkait.

PDI-P berusaha menjadi salah  satu partai modern belakangan ini. Mereka mengelola partai dengan lebih profesional. Sekjen partai di pusat Jakarta fulltimer mengurus partai, alias tidak merangkap sebagai anggota parlemen. Hal ini maksudnya, supaya  sang Sekjen fokus mengelola partai secara ideologis, administratif dan organisatoris.

Karena tujuan partai politik adalah kekuasaan, sudah pasti deal-deal politik adalah demi kekuasaan itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan SDM atau anggota partai yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, punya pengaruh luas dan mampu meyakinkan pihak lain dalam lobi-lobi politik.

Diperlukan disiplin tinggi tidak saja dalam tugas sehari-hari, namun juga dalam kehidupan sebagai kader partai yang mendapat tugas di lembaga tertentu. Disiplin itu harus menjadi kebiasaan seperti  “sikat gigi” dalam sebuah kehidupan pribadi. Tanpa disiplin, jangan harap tujuan mencapai kekuasaan akan dapat tercapai dengan maksimal.

Dalam menjalankan tugas sebagai aparat pemerintahan, dikenal apa yang disebut sebagai “Pakta Integritas”. Anggota partai yang menjadi wakil rakyat, juga perlu membuat “Pakta Integritas”, salah satunya siap diberhentikan kapan saja, jika kurang disiplin menjalankan amanat dan tugas partai.

Partai politik memiliki kedaulatan. Ia harus berani bertindak tegas, sehingga konstituen (massa pendukung) tidak percuma memberikan kepercayaan untuk sebuah kekuasaan. 

Delapan orang kader PDI-P dari Bali menjadi “korban Rakernas” akibat ulah sendiri, cukup menjadi pelajaran bagi kader partai yang lain. 

Ketegasan pengurus PDI-P Bali pimpinan Wayan Koster yang juga gubernur Bali, menghukum kadernya yang kurang disiplin merupakan sikap yang patut dihargai. 021

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.