Akhir Juli, Satgas Buleleng Targetkan 70 Persen Masyarakat Sudah Divaksin

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana, saat rapat untuk mengintensifkan kegiatan vaksinasi pada Rabu (9/6/2021).
43 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng menargetkan, 70 persen masyarakat Buleleng dapat tervaksinasi hingga akhir Juli 2021. Target ini, sejalan dengan target dari Pemerintah Pusat bahwa 70 persen penduduk Bali, harus sudah divaksinasi hingga akhir Juli 2021.

Untuk mencapai target tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng bersama seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng, menggelar rapat mengintensifkan vaksinasi, pada Rabu (9/6/2021) di ruang rapat loby kantor Bupati Buleleng.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga selaku Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, Buleleng secara terus diberikan jatah vaksin. Terakhir pada Senin (7/6/2021), Buleleng kembali menerima pasokan vaksin jenis Astrazeneca sebanyak 5.000 vial atau 50.000 dosis.

Dengan begitu, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng merumuskan langkah yang mudah untuk dapat mendistribusikan vaksin. “Vaksin ini dipergunakan untuk mempercepat pencapaian target sebesar 70 persen dari total penduduk Buleleng tervaksinasi hingga akhir Juli 2021,” kata Suradnyana.

Dalam pendistribusian vaksin ini, dijelaskan Suradnyana, masih akan fokus penuntasan di kecamatan. Seperti sebelumnya, vaksinasi tuntas dilakukan di Kecamatan Buleleng. “Kalau tersebar, rancu nanti pada penyuntikkan dosis keduanya. Jadi kami rencanakan fokuskan di Kecamatan Gerokgak dan Seririt dulu misalnya. Sasaran di usia 18 tahun ke atas,” jelas Suradnyana.

Melihat sudah menurunnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng, Suradnyana juga akan memutuskan melakukan relaksasi pada jam malam hingga pukul 23.00 WITA. Menurut Suradnyana, perpanjangan jam operasional usaha akan berdampak baik untuk ekonomi masyarakat. “Untuk jam malam akan buka sampai pukul 23.00 WITA, untuk orang-orang yang berjualan dan operasional usaha,” ujar Suradnyana.

Disisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng juga berupaya keras untuk mencegah kasus-kasus impor dari luar daerah. Salah satu caranya, yakni akan memperketat pengamanan dan pengawasan di pelabuhan yang berpotensi sebagai akses masuk ke Buleleng. “Nanti disana akan dibuatkan posko. Ya seperti di (Pelabuhan) Sangsit, akan kami buatkan posko lengkap dengan tes cepat Antigen,” pungkas Suradnyana.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, ada 103 dari 148 desa di Buleleng yang termasuk ke dalam zona hijau PPKM Mikro. Selama satu minggu terakhir, tidak ada pasien OTG-GR yang menempati hotel yang menjadi tempat isolasi terpusat. Tingkat keterisian tempat Tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Buleleng, pada Rabu (9/6/2021) mencapai 8,02 persen. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.