Akademisi Unwar Ciptakan Mie dari Sayur Gonda dan Ubi

DOSEN Universitas Warmadewa Denpasar Luh Suriati dengan mie gobi ciptaannya.
DOSEN Universitas Warmadewa Denpasar Luh Suriati dengan mie gobi ciptaannya.
559 Melihat

POSBALI.CO.ID – Sayur dan buah menjadi makanan yang sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi, terlebih untuk kalangan anak-anak. Namun, dua jenis makanan ini seringkali ditakuti anak-anak, sehingga orang tua perlu menciptakan sejuta cara agar anaknya mau memakan buah dan sayur.

Bertolak dari fenomena itu, akademisi Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP Unwar), Ir. Luh Suriati M.Si., berupaya menciptakan inovasi. Dengan semangat untuk mengakrabkan sayur di piring anak-anak itulah kreasi makanan bernama Mie Gobi (gonad dan ubi), terlahir.

Saat ditemui di kampus Unwar, Kamis (2/5), ia mengatakan panganan inovatif itu ia ciptakan bersama mahasiswanya, Dewa Made Hardi Juliana. “Idenya karena saya melihat kecenderungan anak-anak sekarang susah makan sayur dan suka makan mie, sehingga saya coba ciptakan ini untuk memenuhi kebutuhan gizi, namun tidak ada tekanan,” katanya.

Dikatakan, bahan utama mie olahan itu berbahan utama sayur gonad yang diketahui mengandung antioksidan yang tinggi. Selain di Bali, sayur ini cukup populer meski sebenarnya merupakan tanaman gulma.

Selain menggunakan sayur gonda, ia juga mensubstitusi tepung terigu dengan ubi jalar. “Makanya kami menyebutnya mie gobi. Mengurangi penggunaan tepung terigu, dengan alternatif bahan karbohidrat yang hampir mirip dari ubi jalar (ketela),” katanya.

Melalui hasil penelitian itu, akhirnya tercipta mie dengan tekstur yang kenyal dan lembut, berwarna warna hijau alami. “Mie gobi ini sangat aman dikonsumsi oleh segala umur dari anak-anak hingga orang dewasa,” imbuhnya. Saat ini, pihaknya tengah melakukan riset untuk menghitung indeks glikemiknya, untuk mengetahui apakah penderita diabetes dapat mengkonsumsi mie gobi tersebut. “Ke depan kami akan mengurus PIRT, sehingga mie ini kami harapkan bisa diproduksi oleh industri rumah tangga. Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, juga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya. eri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.