Air Ngadat Berhari-hari, Perumda Sebut Sungai Ayung Kini Lebih Keruh

Warga antre untuk mendapatkan air yang dibawakan truk tangki di Perum Bina Permai, Jalan Made Bina, Banjar Mertagangga, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Senin (8/2/2021).
146 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Distribusi air bersih di Kota Denpasar kembali mengalami gangguan alias ngadat berhari-hari. Wilayah yang mengalami gangguan pun cukup luas meliputi Denpasar Utara, Denpasar Barat, dan sebagian Denpasar Timur. Hingga hari ini Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar (dahulu PDAM) belum bisa memberi kepastian kapan distribusi air ke para pelanggannya akan kembali normal.

Mengatasi terganggunya distribusi air, Perumda Tirta Sewakadarma memberikan pelayanan penyaluran air melalui truk tangki air secara gratis bagi pelanggan yang terdampak. Sayangnya, layanan ini pun banyak dikeluhkan warga. Warga menilai pelayanan truk tangki lambat dan tidak maksimal. Tidak jarang warga harus berebut untuk mendapatkan air bersih yang dibawakan truk tangki tersebut.

Kondisi itu tampak saat kedatangan truk tangki ke Perum Bina Permai, Jalan Made Bina, Banjar Mertagangga, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Senin (8/2/2021). Warga dengan membawa galon dan wadah lainnya mengantre untuk mendapatkan air bersih. “Cuma satu tangki yang datang karena bergilir ke daerah lain. Kami cuma dapat maksimal tiga galon karena di sini warga yang terdata 130 KK ditambah warga terdekat,” ujar Gede Merta, salah seorang warga setempat.

Merta menuturkan belakangan ini air di wilayahnya memang sering mati. Saat air ngadat, warga ada yang meminta ke tetangga yang punya sumur bor dan ada pula yang beli air isi ulang. Hari Jumat-Minggu (5-7 Februari) yang lalu, air hanya mengalir saat malam hari. Kemudian Senin (8/2/2021), air kembali mati. Tak heran saat tangki datang, langsung diserbu warga. “Tetap bersyukur ada pembagian air walau sedikit, karena minta terus ke orang malu juga kita. Harapan kami, setiap kali air PDAM mati, ada tangki yang datang minimal ada untuk MCK,” harapnya.

Terkait kondisi layanan air bersih yang kembali ngadat, salah seorang Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Ni Putu Sri Utami, saat dikonfirmasi Senin (8/2/2021) menyampaikan, gangguan distribusi air ini lantaran terjadinya gangguan produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung.

Selain itu, gangguan produksi air terjadi pula di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Penet yang dikelola Provinsi Bali yang juga merupakan sumber air bersih di Kota Denpasar.

Dia menjelaskan, seringnya produksi air terganggu disebabkan air Sungai Ayung sebagai sumber utama air baku yang diolah di IPA Belusung, kini kondisinya jauh lebih keruh dibandingkan kondisi tahun-tahun sebelumnya.

Dijelaskannya, ambang batas aman tingkat kekeruhan air bisa diolah yakni di bawah 1.000 NTU. Kata dia, sejak lima bulan yang lalu, tingkat kekeruhan mencapai 5.000 NTU, bahkan hingga di atas 7.000 NTU.

Menurutnya, kalau kondisi air sungai sangat keruh, IPA maupun SPAM tentu tidak akan bisa berproduksi secara maksimal. Sebab, dalam kondisi air baku yang keruh banyak bercampur lumpur dan pasir yang menumpuk sehingga harus dilakukan penggelontoran.

“Sekarang Sungai Ayung airnya keruh sekali. Makin parah. Tidak kayak dulu. Kondisi ini sudah berlangsung sejak lima bulan lalu. Ini yang perlu kita bersama telusuri. Apakah ini murni karena peningkatan intensitas hujan ataukah karena dampak pembangunan dan alih fungsi lahan di hulu,” ujar Sri Utami.

Terkait pelayanan truk tangki kepada pelanggan, Sri Utami mengungkapkan, saat ini Perumda Tirta Sewakadarma mengoperasikan 3 tangki milik Perumda ditambah 1 tangki milik BPBD. Menurutnya, dalam kondisi seperti saat ini dengan wilayah terdampak gangguan cukup luas, pihaknya memang kewalahan melayani masyarakat. Kata dia, Perumda berupaya menambah layanan truk tangki.

“Saat ini permintaan terlalu banyak antreannya sehingga nggak bisa ke lokasi yang lain karena sudah direbut di satu lokasi. Kami tetap maksimal melayani pelanggan. Bahkan, saat hujan lebat truk tangki kami tetap mengirim,” katanya.

Menurut Sri Utami, Perumda Tirta Sewakadarma terus berupaya optimal untuk mengalirkan air bersih kepada para pelanggannya. Beberapa program tahun 2021 ini di antaranya membangun kanal air baku di hulu Sungai Ayung sehingga jika kondisi seperti saat ini, air lebih banyak bisa diendapkan di kantong-kantong prasedimentasi. Perumda juga terus menambah reservoar-reservoar untuk penampungan air. 026

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.