Adi Wiryatama dan Kadek Diana Berpeluang Jadi Ketua DPRD Bali

762 Melihat

DENPASAR, POSBALI.CO.ID – Sudah dipastikan jabatan Ketua DPRD Bali dan kabupaten kota akan  dijabat oleh FPDIP. Hanya saja siapa yang menempati kursi  nomor satu di legislatif,  menjadi kewenangan Ketua Umum PDIP atas rekomendasi dari DPD PDIP. Lalu siapa yang sosok nantinya menjabat Ketua DPRD Bali? Apakah masih Adi Wiryatama atau Kadek Diana yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP di DPRD Bali.

Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster  mengatakan, DPP punya kewenangan menentukan yang menjadi Ketua DPRD, DPD sebatas mengusulkan dan rekomedasi. “DPD hanya mengusulkan. Ketua Umum punya kewenanga. Kombinasi semua.  Pengalaman, pengabdian  dan karier di partai, struktur partai dan perolehan suara terbanyak.  Intinya kita kombinasi semua,” kata  Koster menjawab POS BALI usai meninjau Dermaga Kodang, Minggu (12/5).

Untuk posisi Ketua DPRD Bali siapa yang paling berpeluang? “Belum ada, belum. Nanti rapat dulu. Ketua, Sekretaris dan bendahara akan menjadi pertimbangan partai,” jawab Koster singkat.  Kadek Diana dan Adi Wiryatama punya peluang jadi Ketua DPRD Bali? “Semuanya nanti kita bahas dulu,” ucapnya sambil masuk ke mobil dan menutup kaca mobil dinas. 

Sumber POS BALI di DPD PDIP di Denpasar, Senin (13/5) mengatakan untuk posisi Ketua DPRD Bali,  DPD mengusulkan minimal tiga nama ke DPP. “Siapa pun yang ditentukan Ketua Umum (Ibu Mega) nanti,  sebagai kader harus menerima karena itu kewenangan ibu (Megawati-red). Tak boleh ngambul, legowo untuk menerima. Pak Adi dan Pak Kadek punya peluang.  Dua figur ini saya yakin akan diusulkan DPD. Pak Koster orangnya obyektif dan melihat realistis. Selain suara  terbanyak, pengalaman dan pengabdian di partai, dua tokoh ini juga ada di struktur partai,” bisik sumber yang namanya tak mau dikorankan.

Lebih jauh ia menjelaskan, sosok Adi Wiryatama dan Kadek Diana punya kelebihan. Pak Adi kader partai yang senior. Jadi Bupati Tabanan dua periode, dan kini menjabat sebagai Ketua DPRD Bali. “Kalau saya amati,  Pak Adi ini sosok yang bisa mengatur ritme di parlemen,  dan diterima semua anggota dewan. Bila ada perbedaan pandangan antara legislatif dan eksekutif, pak Adi piawai meredam. Dan ini sudah terbukti di periode gubernur sebelumnya. Kalau ada ketegangan dewan dan eksekutif, pak Adi punya cara untuk diplomasi untuk mencairkan suasana,” ceritanya.

Sedangkan Kadek Diana tokoh muda yang punya potensi. Kalau dipercaya sebagai Ketua Fraksi, itu artinya dekat dengan pimpinan partai. “Ketua fraksi kan perpanjangan tangan partai. Lagi pula sejak jadi DPRD di Gianyar dua periode Kadek Diana sudah sering berperan di parlemen. Apalagi sekarang dia “dekat” dengan Pak Koster. Kemana mana pasti diajak,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, baik Adi Wiryatama maupun Kadek Diana menyatakan siap ditugaskan partainya menjadi Ketua DPRD Bali. Keduanya menyerahkan keputusannya kepada DPP PDI Perjuangan. “Kalau ditugaskan saya siap,” ujar Adi Wiryatama.

Hal yang sama ditegaskan Kadek Diana. “Kita serahkan pada mekanisme dan apapun keputusan partai/DPP nanti, sebagai kader saya pasti taat dan tunduk untuk menghormati dan menjalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai kader sejati,” kata Kadek Diana. Untuk perolehan suara di Pileg 2019,  Adi Wiryatama yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan PDIP Bali mengoleksi 88.061 suara. Sedangkan Kadek Diana, Ketua Fraksi PDIP di DPRD Bali mengantongi 91.243 suara. 003/010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.