Abaikan Prokes, Petugas Bubarkan Kerumunan Masyarakat Antre Beli BBM Pakai Jerigen

Petugas memberi pemahaman kepada warga yang kerumun yang hendak membeli BBM
Petugas memberi pemahaman kepada warga yang kerumun yang hendak membeli BBM
755 Melihat

MANGUPURA, POS BALI – Petugas Trantib Kecamatan Kutsel bersama Satpol PP BKO Kutsel, Senin (26/10) membubarkan kerumunan masyarakat di dekat lokasi SPBU lingkungan Mumbul Kelurahan Benoa karena mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Kerumunan masyarakat itu dipicu oleh keinginan masyarakat agar dapat membeli bensin dengan menggunakan jerigen. Para pembeli merupakan pedagang bensin eceran yang terbiasa membeli bensin di lokasi tersebut. Pasalnya kejadian itu diketahui sudah dua kali.

Kasi Trantib Kecamatan Kutsel, Kadek Agus Alit Juwita mengatakan,  kejadian tersebut siang hari. Dimana warga hendak membeli bensin dengan jerigen berkerumun di salah satu gang sebelah SPBU. Kondisi itu dilaporkan Kepala Lingkungan (kaling) Mumbul, agar hal itu mendapatkan penanganan.

Selain menganggu lalulintas warga sekitar, juga  ditakutkan memicu timbulnya klaster baru penyebaran Covid-19, karena mengabaiak jaga jarak fisik dan sosial. “Saat di lokasi kami hanya menemukan ada beberapa warga yang berkerumun mengantri. Pihak kepala lingkungan sudah memberikan peringatan dan membubarkan hal itu. Jadi kami hanya melanjutkan edukasi kepada yang masih membandel disana,”ujarnya.

Dari keterangan di lokasi, pihak pengelola SPBU memang tidak memperbolehkan berkerumun antri BBM. Selain protokol kesehatan, pihak SPBU memang tal melayani pembelian bensin menggunakan jerigen. Terkecuali membawa surat  keterangan resmi.  “Jadi kami minta warga itu jangan lagi berkerumun. Sebab ini demi kesehatan mereka sendiri dan kenyamanan lingkungan,”tegasnya.

Sementara Camat Kutsel, Ketut Gede Arta menerangkan apapun kegiatan yang memicu terjadinya kerumunan akan dibubarkan petugas. Sebab di tengah pandemi semua harus disiplin. “Kami minta masyarakat jangan sampai mengabaikan apa yang sudah dihimbau pemerintah, apapun alasannya tentu harus disadari sevara bersama bahwa prokes ini tidak bisa diabaikan,”imbaunya.

Pihaknya juga mewanti-wanti agar pengelola SPBU ketat menerapkan regulasi, terkait layanan pembelian bensin menggunakan jerigen. “Jika pembelian membawa jerigen diperbolehkan, kami minta itu agar diatur jangan sampai menyebabkan antrian kerumunan,” ujarnya. 023/003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.