Abai Prokes, Satpol PP Bali Segera Panggil Pengelola Hiburan ‘Nakal’

Dewa Dharmadi, Kasat Pol PP Provinsi Bali
Dewa Dharmadi, Kasat Pol PP Provinsi Bali
325 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Di tengah pelonggaran Penerapan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Level 2 ini, rupanya beberapa pelaku usaha ‘nakal’ coba-coba mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Seperti tidak mengatur jarak, dan bahkan buka hingga melewati jam batas ketentuan. Hal itu pun disoroti langsung Menkomarves, Binsar Luhut Pandjaitan. Kata Luhut, di Bali ada salah satu tempat hiburan malam buka hingga 02.00 WITA.

Menyikapi hal tersebut, Kasatpol PP Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mendaku telah mendata beberapa tempat hiburan malam, restoran, hingga objek wisata lainnya yang diduga abai dengan prokes.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengundang alias memanggil para pengelola usaha tersebut, untuk diingatkan dan diberi pembinaan agar menaati prokes. Bahkan, dalam pembinaan itu akan melibatkan instansi terkait lainnya.

“Pelonggaran di masa PPKM Level 2 ini, bukan berarti kita bebas, akan tetapi wajib mengikuti prokes, dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Karena pandemi Covid-19 masih terjadi, hanya saat ini syukurnya sendang melandai,” kata Dewa Dharmadi di Denpasar, Rabu (27/10).

Dia menambahkan, operasi yustisi untuk menertibkan masyarakat masih rutin dilakukan. Termasuk juga sanksi denda administrasi bagi pelanggar prokes sebagai efek jera, yakni Rp100 ribu untuk masyarakat, tempat usaha Rp1 juta, dan wisatawan asing Rp1 juta.

“Kami di Satpol PP Bali melakukan patroli rutin dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Bahkan, kami juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengantensi laporan masyarakat,” bebernya.

Menurutnya, jika ada pelaku usaha yang kedapatan melanggar prokes, tentu langsung diberikan sanksi agar tidak mengulangi perbuatannya.

Namun jika masih membandel melakukan pelanggaran kembali, maka pihaknya terpaksa memberikan sanksi berupa denda administrasi dan juga penutupan tempat usaha untuk sementara. “Dalam melaksanakan tugas, tentu kami tidak mencari-cari kesalahan. Kami melakukan dengan cara humanis,” ungkapnya.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga tak menampik bahwa di tengah melandainya kasus Covid-19, justru pelanggar prokes semakin meningkat.

Menurutnya, dalam operasi yustisi selama dua hari, yakni pada Selasa (26/10) pihaknya menjaring 26 pelanggar prokes, sedangkan pada Rabu kemarin menjaring 30 pelanggar. “Dari jumlah 30 pelanggar, 14 diantaranya disanksi denda Rp100 ribu, sedangkan sisanya sebanyak 16 orang kami beri pembinaan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selama pandemi ini berlangsung, pihaknya akan tetap melaksanakan operasi yustisi bersama instansi terkait lainnya untuk mengajak masyarakat agar tetap disiplin menerapkan prokes. “Tujuan kami melaksanakan yustisi untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.