79 KPM PKH di Buleleng Graduasi Sejahtera Mandiri

Putu Kariaman Putra
412 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Hingga bulan November 2020 ada sebanyak 79 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Buleleng masuk dalam kategori graduasi sejahtera mandiri. Graduasi mandiri adalah KPM yang sudah dianggap mampu berdasarkan penilaian pendamping PKH dan aparat desa.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng, Putu Kariaman Putra, mengatakan, pihaknya selalu mendorong KPM PKH untuk bisa menyesuaikan perkembangan. Jika yang bersangkutan kini sudah ada peningkatan perekonomian dan bisa mandiri, untuk mengajukan graduasi sejahtera mandiri.

“Mereka adalah KPM secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial. Ini karena mereka sudah merasakan ada peningkatan taraf ekonomi yang lebih baik,” kata Kariaman Putra, Selasa (17/11) lalu.

Selain itu, lanjut Kariaman, ada 273 KPM yang masuk kategori graduasi mandiri atas penilaian pendamping PKH dan aparat desa. Bahkan ada 1.995 KPM yang masuk kategori graduasi alamiah. Kategori ini yakni KPM sudah tidak memiliki salah satu komponen bansos PKH seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Hal itu berdasarkan data yang telah diinput pendamping PKH di aplikasi e-PKH.

Sejauh ini total KPM PKH di Buleleng tercatat sebanyak 27.655 KPM. “Kami sebagai pembina PKH di Kabupaten terus memotivasi KPM yang sudah ada peningkatan perekonomian agar memberikan kesempatan kepada orang yang berhak dan belum mendapatkan kesempatan,” jelas Kariaman Putra.

Dengan memaksimalkan bansos maupun program dari pemerintah, upaya pengentasan kemiskinan akan terus dilakukan di Kabupaten Buleleng. Adanya graduasi KPM PKH ini menunjukkan program pengentasan kemiskinan berjalan dengan baik. “Saya harap ada KPM lainnya yang sudah merasakan ada peningkatan taraf hidup ekonomi, secara sukarela mengundurkan diri,” harap Kariaman Putra.

Supervisor PKH Kabupaten Buleleng, Dewa Putu Pratama Nugraha, menambahkan, dari tahun ke tahun pendampingan PKH terus dilakukan agar mereka mengalami peningkatan taraf hidup dari sisi ekonomi. Sampai akhirnya, KPM ini secara sukarela nantinya bisa mengundurkan diri menjadi penerima bansos PKH.

Dia menegaskan, tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun terhadap KPM yang ingin mengundurkan diri secara sukarela. “Pengunduran diri dibuktikan penandatanganan surat pernyataan pengunduran diri dari kepesertaan,” pungkas Dewa Pratama. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.