57 Titik Bencana Terjadi di Tabanan, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

Jalan di Desa Pakraman Munduk Ulan, Selemadeg Timur, Tabanan jebol, Sabtu (10/10).
422 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang karena dampak hujan deras yang terjadi di Tabanan, Sabtu (10/10), terdata di 57 titik lokasi. “Berdasarkan laporan yang masuk, kami mendata bencana alam itu terjadi di 57 titik lokasi,” ungkap Kalakhar BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita, Minggu (11/10).

Bencana alam akibat diguyur hujan deras tersebut, katanya, hampir merata terjadi di semua kecamatan di Kabupaten Tabanan, kecuali Kecamatan Baturiti. “Sampai saat ini belum ada laporan masuk dari Kecamatan Baturiti,” ujar Sucita, usai meninjau sejumlah lokasi pascabencana.

Dari jumlah bencana yang terjadi sebanyak itu, dia juga menyebut sejumlah kerugian yang ditimbulkan. Pihaknya belum bisa memastikan total kerugian yang timbul akibat bencana tersebut, namun diprediksi sekitar Rp3 miliar. “Kalau ditanya kepastian jumlah kerugian akibat bencana alam ini, kami belum bisa memastikan. Karena sehari pascabencana ini, kami bersama pejabat Dinas PUPR Tabanan masih mendata taksiran kerugian yang timbul. “Kalau dikira-kira ya sekitar Rp 3 miliar, namun angka ini belum pasti,” tukas Sucita.

Kalakhar BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita, meninjau sejumlah lokasi bencara di perumahan penduduk, Minggu (11/10).

Terlepas dari bencana alam yang telah terjadi, Sucita juga mengimbau kepada semua pihak dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tabanan, agar senantiasa waspada dan menjaga kelestarian lingkungan alam. “Meskipun bencana itu tak bisa diduga kapan terjadi, namun perlu kewaspadaan semua pihak. Masyarakat juga ikut membantu menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa mengakibatkan saluran air tersumbat hingga terjadi banjir. Mari kita tingkatkan kesadaran dan sama-sama saling mengingatkan, serta menjadikan bencana alam ini sebagai pelajaran bagi kita bahwa betapa penting menjaga lingkungan dan alam ini,” pungkasnya.

Bencana yang terjadi di wilayah Kecamatan Selemadeg, antara lain tembok penyengker Pura Dalem Desa Adat Munduk, Desa Bajera Utara longsor sepanjang 30 meter. Kerugian material sekitar Rp75 juta. Banjir di Banjar Bajera Sari, Desa Bajera, yang mengakibatkan dua rumah terendam, masing-masing milik I Ketut Lanus (43) dan I Made Astika Dana (33). “Wantilan Pantai Soka pun ambruk. Sementara pohon tumbang di timur Jembatan Bajera,” ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Budi Astawa.

Tanah longsor dan banjir juga terjadi di halaman rumah warga, di Jalan Tukad Pancoran Blok X No. 11, Banjar Sanggulan Anyar. Longsor dengan kedalaman sekitar enam meter. Banjir terjadi di jalur masuk Perumahan Panorama Sanggulan, yang mengakibatkan 28 rumah warga terendam banjir setinggi sekitar satu meter. “Seluruh warga sudah dievakuasi ke Museum Subak Sanggulan. Nihil korban jiwa,” ujar Kapolsek Kediri, Kompol I Gusti Nyoman Wintara.

Jembatan putus terjadi di Lembah Sanggulan. Semua warga sudah dievakuasi ke Sanggulan Desa. Satu orang, Ahmad Soleh (26) mengalami luka, karena sempat terseret arus sungai, namun sudah mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Tanah longsor juga terjadi di Perum Sandan Sari Blok G, Banjar Jadi Pisah, Desa Banjar Anyar. Hal serupa terjadi di Perum Griya Multi Jadi, Banjar Jadi Pisah. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.