52 Persen Kematian Pasien Covid-19 di Jembrana dengan Komorbid

dr. I Gusti Agung Putu Arisantha
302 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Satu lagi pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jembrana meninggal dunia. Pasien yang meninggal ini berasal dari Kelurahan Dauhwaru berusia 56 tahun. Pasien merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Jembrana. Dia meninggal memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta berupa diabetes melitus (DM).

Humas Satgas Covid -19 Jembrana, dr I Gusti Agung Putu Arisantha, Minggu (10/1/2021) mengatakan, pasien ini meninggal dunia pada Minggu (10/1) sekitar pukul 00.15 WITA di RSPTN Udayana Denpasar. Awalnya pasien ini masuk ke UGD RSU Negara tanggal 27 Desember 2020 lalu dengan keluhan sesak dan batuk. Karena kondisi memburuk ditandai penurunann saturasi, sehingga dirujuk pada tanggal 1 Januari 2021 ke RSPTN Udayana.

Lebih lanjut Arisantha mengatakan, dengan tambahan tersebut, jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Jembrana yang meninggal dunia menjadi 30 orang. Dari sejumlah yang meninggal itu, 52 persen di antaranya terkonfirmasi Covid-19 memiliki riwayat komorbid atau penyakit penyerta.

“Dari data itu bisa disimpulkan bahwa Covid-19 ini bisa juga menimbulkan kematian bagi mereka yang tidak memiliki komorbid. Jumlahnya 48 persen. Artinya, harus kita waspadai, jangan dipandang remeh, utamanya dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” jelasnya.

Secara kumulatif, jumlah kasus positif Covid-19 di Jembrana sudah mencapai 1.041 orang, dengan jumlah sembuh 878. Pasien yang masih menjalani perawatan di RSU Negara sebanyak 36 orang. Sedangkan penanganan bagi yang dinyatakan terkonfirmasi positif juga dilakukan di sejumlah puskesmas sejumlah 37 orang. Hal ini dikarenakan daya tampung bed RSU Negara yang sudah melebihi kapasitas.

“Pasien yang dirawat di puskesmas ini bagi mereka yang tanpa gejala atau gejala ringan. Sedangkan yang bergejala sedang maupun berat barulah di RSU Negara, tapi itu juga sangat tergantung kapasitas ruangan isolasi,” tegas Arisantha.

Dengan data ini, kini Kabupaten Jembrana bukan lagi kabupaten dengan kasus positif Covid-19 terendah di Bali. Di bawah Jembrana, kabupaten dengan kasus terendah secara berturut-turut adalah Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Bangli.

Terkait vaksinasi, dokter Arisantha memaparkan, untuk tahap awal akan disiapkan sejumlah 1.570 orang yang akan divaksin. Vaksin diprioritaskan bagi tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19. “Kemudian barulah pada tahap kedua akan segera divaksin 1.010 orang, menunggu kiriman vaksin yang sudah dialokasikan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Kemungkinan baru bisa direalisasikan (vaksinasi) ini di bulan Februari. Saat ini juga masih menunggu izin penggunaan darurat vaksin dari BPPOM. Walaupun sudah divaksin nanti, kita harapkan pelaksanaan 3M tetap diterapakan,” pungkasnya. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.