51 Ribu Room Night di Nusa Dua Ditunda

DCIM100MEDIADJI_0077.JPG
Ist/ gapura utama akses masuk ke kawasan Nusa Dua
800 Melihat
Kunjungan ke Wisata Tirta Turun 65 Persen 

MANGUPURA, POSBALI.co.id – Setelah melakukan pendataan, terkait penundaan dan pembatalan kunjungan wisatawan ke Nusa Dua, pasca diberhentikannya penerbangan ke China Daratan. Selasa (11/2) pihak ITDC akhirnya mendapatkan data terkait potensi penundaan dan pembatalan kunjungan wisatawan ke Nusa Dua. Dari data tersebut, sebanyak 51 ribu room night telah ditunda dan dibatalkan oleh wisatawan yang hendak menginap di hotel kawasan Nusa Dua, hingga bulan April 2020. “Kami sudah menerima data penundaan booking room night dari pihak hotel di kawasan Nusa Dua. Itu ada sekitar 51 room night yang ditunda dan dibatalkan oleh wisatawan, hingga bulan April 2020,”ujar Managing Director The Nusa Dua, IGN Ardita.

Kendati data tersebut sudah dikantongi pihaknya, namun ia mengaku belum mengkopilasi secara detail asal wisatawan yang melakukan penundaan booking kamar tersebut. Tentunya hal itu diperkirakanya masih ada kaitannya dengan dampak pembatalan penerbangan ke China Daratan, serta isu virus Corona yang melanda China Daratan. Jika kondisi sudah membaik, pihaknya meyakini wisatawan tersebut akan kembali memesan room night di Nusa Dua.

Sejauh ini kunjungan wisatawan China yang berada di kawasan Nusa Dua, diakuinya merupakan wisatawan yang sudah ada di Bali, sebelum terjadinya penutupan penerbangan ke China Daratan. Mereka rata-rata menambahkan masa inap mereka, dengan mengurus izin ke pihak Imigrasi. Bahkan ada warga ekspatriat Yunani, yang selama ini tinggal di China, mereka memutuskan untuk berlibur sekeluarga di Nusa Dua dan tidak kembali ke China. Sementara kunjungan wisatawan selain China diakuinya sama sekali tidak terpengaruh isu yang berkembang selama ini. “Long stay ini bagus untuk kita. Moment ini juga merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk melakukan penataan dan merencanakan event yang bisa kita garap untuk menggairahkan kunjungan,”imbuhnya sembari menerangkan occupancy room night di Nusa Dua pada bulan lalu mencapai 83 persen.

Di lokasi terpisah, kunjungan wisatawan ke kawasan Wisata Tirta Tanjung Benoa belakangan ini juga terlihat lesu, pasca ditutupnya penerbangan dari dan ke China Daratan. Selama ini kunjungan wisatawan yang bermain wahana wisata tirta di Tanjung Benoa di dominasi oleh wisatawan China. Saat ini kunjungan wisatawan yang masih mendominasi di Tanjung Benoa merupakan wisatawan asal India. “Memang terjadi penurunan sekitar 65 persen. Meski demikian, saat ini penyedia jasa watersport masih tetap beroperasi seperti biasa, dalam artian tetap standby melayani wisatwan. Cuman kunjungan tidak seperti sebelum kasus korona merebak,”ungkap Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri) Badung, Nyoman Wana Putra.

Akibat hal tersebut, sejumlah layanan wisata tirta diakuinya terpaksa merubah sistem kerja. Jika sebelumnya karyawan mereka bekerja setiap hari, kini jadwal karyawan mereka terpaksa digilir. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk bisa mengcover biaya upah pekerja. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.