2019, Unhi Buka Prodi Sistem Informasi dan Prodi Hukum Adat

476 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Sebanyak 810 orang Mahasiswa Baru (MaBa) Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar tahun akademik 2019/2020 mengikuti kegiatan Mahasisya Upanayana. Kegiatan ini rutin dilakukan menjelang awal penerimaan MaBa yang akan berlangsung selama 6 hari lamanya. Diawali dengan Upacara Pawintenan di Pura Mahawidya Mandira Kampus Unhi, Minggu (11/8).

Kemudian, Senin (12/8) pembukaan Mahasisya Upanayana 2019 yang dibuka secara resmi oleh Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S bersama Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, MA di Lapangan Kampus setempat.

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S mengatakan
selama kegiatan MaBa akan diberikan ceramah-ceramah dari berbagai instansi terkait diantaranya dari Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali-Nusra, Rektor dan para Wakil Rektor Unhi Denpasar, Polda Bali terkait Kewarganegaraan dan Bela Negara, BNN Provinsi Bali terkait Bahaya Narkoba dan Psikotropika dan BPJS Kesehatan terkait Sosialisasi Program JKN-KIS.

“Selain itu, MaBa juga dikenalkan dengan berbagai UKM yang ada di Unhi Denpasar, bahkan MaBa juga diajak “Ngayah Mereresik” di Setra Tembau, dan dilingkungan kampus. Sementara penutupan akan dilakukan dengan Upacara Bendera serangkaian HUT Kemerdekaan RI Ke-74, Sabtu (17/8),” terangnya.

Lebih jauhnya, dari tahun-ketahun peminat generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi di Unhi Denpasar terus mengalami peningkatan. Karena Unhi Denpasar selain berbasis Agama dan Kebudayaan Hindu, mahasiswa Unhi Denpasar juga dapat mempelajari ilmu pengetahuan Agama dan Kebudayaan Hindu berbasis teknologi informasi sesuai tuntutan zaman.

“Unhi Denpasar juga telah membuka 2 Program Studi (Prodi) baru yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini diantaranya Prodi Sistem Informasi dan Prodi Hukum Adat. khusus Prodi Hukum Adat, sesuai dengan Perda nomor 4 tahun 2019 tentang Penguatan Desa Adat di Bali tentu sangat dibutuhkan SDM yang berkompeten dibidang tata kelola Desa Adat,” ucapnya.

Ditambahkan, dari segi sarana-prasarana dan SDM tenaga pengajar untuk kedua Prodi baru ini dikatakan telah siap. Disisi lain, pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder di bidang SDM.

“Beberapa dosen di Unhi juga telah memiliki kemampuan untuk mengajar pada Prodi Sistem Informasi dan Prodi Hukum Adat yang mana dari sarana-prasarana maupun SDM telah dirasakan cukup siap,” tambahnya. bud

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.