10 Seniman Padukan Mercedes-Benz Klasik dan Kultur Bali dalam Karya Lukisan

Pembukaan pameran lukisan bertajuk “The Art of Mercedes Benz Classic” di Kebon Vintage Cars, Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar, Sabtu (12/12/2020).
657 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Mercedes-Benz Classic Club Bali (MCCB) berkolaborasi dengan 10 orang perupa menghadirkan pameran lukisan bertajuk “The Art of Mercedes Benz Classic” di Kebon Vintage Cars, Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Kota Denpasar. Pameran yang menampilkan 27 karya itu akan berlangsung dari 12 Desember 2020 sampai dengan 18 Januari 2021 mendatang. Pameran dibuka oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) pada Sabtu (12/12/2020).

Sepuluh seniman yang ikut serta dalam pameran “The Art of Mercedes Benz Classic” yakni I Made Budhiana, Made Wiradana, Made Anyon Muliastra, Made Romi Sukadana, V. Dedy Reru, Pande Nyoman Alit Wijaya Suta, Made Palguna, Made Duatmika, Kadek Armika, dan Made Oka. Mereka bertolak dari gaya maupun teknik melukis yang ditekuni. Sangat terlihat jelas napas-napas karya yang merefleksikan bagaimana masing-masing dari mereka berkarya.

“Mengapa Mercedes-Benz Classic menarik minat para seniman ini? Jelasnya ada perhatian yang serius dari setiap seniman ketika disodori gagasan untuk menghasilkan karya dengan tema ‘spirit dari seni mendedikasikan diri bagi kecintaan pada Mercedes-Benz Classic,” ujar Yudha Bantono, penulis kuratorial pameran.

Menurut Yudha, jika dalam penggarapan karya hanya menampilkan keutuhan bentuk-bentuk desain Mercedes-Benz klasik tentunya sudah banyak terpublikasikan dalam karya drawing maupun fotografi. Oleh karena itu, kata dia, inilah menariknya pameran 10 seniman yang memiliki semangat bersama dalam menghasilkan karya baru menghadirkan Mercedes-Benz klasik yang melekat dengan Bali dalam pembicaraan, alam, kultur, arsitektur, dan masyarakatnya. Dengan demikian, sesungguhnya dalam pameran semacam ini, yang menarik tidak hanya hasil karyanya, namun lebih dari itu adalah ‘proses menjadikannya’ yang sangat seru.

Lebih lanjut Yudha mengatakan, contoh kecil pengalaman V. Dedy Reru yang menggarap Mercedes Benz klasik ketemukan dengan ingatan masa lalu Bali. Sebuah lompatan yang jauh dalam menganalogikan Mercedes-Benz dan kultur Bali yang keduanya memiliki peradaban kuat dalam perjalanannya. Ini baru berbicara tentang dua peradaban kultur dan otomotif. Belum pengalaman seniman lainnya. “Dengan mengusung spirit Bali dan Mercedes-Benz, kesepuluh seniman yang berpameran lebih tahu apa yang harus ditampilkan untuk menjadikan pameran kali ini penuh surprise dan tidak biasa,” kata Yudha Bantono.

Koordinator Pameran, Endra Datta, mengatakan, pemeran ini akan menjadi bagian dari aktivitas seni dan budaya MCCB dan nantinya juga akan digelar di beberapa ruang pameran lainnya. Pihaknya ingin menjadikan seni dan budaya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari program MCCB. Dikatakannya, kendaraan Mercedes-Benz klasik memiliki sejarah panjang dan nilai seni tinggi, sangatlah tepat bila dihadirkan dalam sebentuk karya seni, lebih-lebih dapat memperkuat Bali sebagai pulau yang menjunjung tinggi nilai seni budaya.

“Mercedes-Benz Classic Club Bali menyuguhkan pameran ini sekaligus mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, khususnya kepercayaan publik terhadap dunia pariwisata lebih-lebih di saat pandemi maupun pemulihan pasca pandemi,” kata Endra Datta.

Wagub Bali, Cok Ace, mengapresiasi terselenggaranya pameran bertajuk “The Art of Mercedes Benz Classic”. Ia berharap melalui terobosan pameran lukisan ini bisa memperkaya khazanah seni Bali sekaligus mempromosikan Bali hingga ke mancanegara. “Selama ini kita mengetahui pakem lukisan Bali seperti apa. Objeknya jika tidak pemandangan, benda maupun abstrak. Sekarang kita disuguhi karya-karya berupa mobil Mercedes-Benz sebagai objek, ini merupakan lompatan baru,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cok Ace juga mengucapkan terima kasih kepada para seniman muda serta mengucapkan selamat ulang tahun kepada perkumpulan mobil klasik. Ia mengatakan meskipun di tengah pandemi Covid-19, para anggota juga bisa terus mengikat tali silaturahmi namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.